JAYAWIJAYA — Pihak kepolisian dari Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2025 mengungkapkan kronologi peristiwa penembakan yang menimpa anggota Satlantas Polres Jayawijaya, Bripka Marsidon Debataraja.
Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyebutkan penembakan berlangsung ketika korban berada di dalam kendaraan dinas di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wamena, Jalan Trikora, Kabupaten Jayawijaya, sekitar pukul 19.14 WIT.
“Dari informasi yang dihimpun, insiden terjadi sesaat setelah Bripka Marsidon bersama rekannya Aipda Bakri Sidikun selesai mengantar korban kecelakaan lalu lintas dari Jl. JB Wenas ke IGD RSUD Wamena,” ujar Faizal dalam siaran pers yang diterima Galeripapua.com pada Kamis (29/5/2025).
“Ketika keduanya hendak kembali ke Mapolres Jayawijaya dengan menggunakan mobil dinas Sat Lantas, tiba-tiba pelaku melepaskan tembakan dari luar pagar RSUD yang berada di sisi Jalan Trikora dan mengenai korban,” imbuhnya.
Faizal mengatakan pelaku diduga menggunakan senjata api laras panjang dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.
“Aipda Bakri Sidikun yang berada di lokasi langsung mengevakuasi korban ke IGD RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis darurat,” kata Faizal.
Lebih lanjut, Kapolres Jayawijaya, yang saat itu mendapat laporan, langsung turun ke lokasi bersama jajaran dan melakukan sterilisasi area RSUD serta mengunjungi korban. Personel Polres Jayawijaya pum diperintahkan siaga penuh di Mako Polres dan RSUD Wamena.
Disampaikan bahwa pada pukul 19.40 WIT, Tim Inafis Sat Reskrim Polres Jayawijaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 4 selongsong peluru kaliber 5.56 mm
Kemudian mobil dinas Sat Lantas Polres Jayawijaya (Toyota Kijang nopol XVII 1101-29) yang mengalami kerusakan serius, yakni 4 lubang tembak di kaca depan dan 2 lubang di lempengan besi belakang jok pengemudi.
Pasca kejadian itu, lanjut Faizal, aparat dari Satgas Ops Damai Cartenz langsung melakukan langkah cepat. Patroli penyisiran wilayah dipimpin oleh AKP Budi Basrah (Danko Brimob Yon D) dan IPDA I Gede Cipta Adi P (KBO Intelkam), didukung oleh personel Brimob Yon C menggunakan kendaraan taktis (rantis) di sejumlah titik rawan di Kota Wamena.
Faizal menegaskan bahwa penembakan yang dilakukan terhadap korban saat melaksanakan tugas merupakan sebuah tindakan keji yang tidak bisa ditoleransi.
“Anggota ditembak saat melaksanakan tugas mengantar korban laka lantas ke RSUD Wamena, hal ini merupakan tindakan kriminal keji yang tidak bisa ditoleransi. Kami akan bertindak tegas dan mencari pelaku sampai tertangkap. Tidak akan ada tempat aman bagi pelaku kekerasan bersenjata yang meresahkan warga Papua,” tegasnya.
Sementara Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, serta menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada Polri.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Wamena dan wilayah Jayawijaya, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Percayakan sepenuhnya kepada Polri yang terus bekerja secara profesional untuk mengungkap pelaku dan menjamin keamanan. Negara hadir dan aparat siap menjaga stabilitas keamanan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat Papua,” ujar Yusuf.
Yusuf juga menyampaikan saat ini, korban masih dalam perawatan intensif. “Kemudian penambahan anggota Brimob juga dilakukan untuk menjamin keamanan di Wamena, serta pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan oleh jajaran Ops Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap III Ndugama Derakma menyatakan bertanggung jawab atas aksi penembakan ini.
Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi dalam siaran pers ke-IV Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima Galeripapua.com pada Rabu malam.
Dalam pernyataan itu, disebutkan bahwa penembakan dilakukan oleh pasukan gabungan dari tiga Komando Wilayah Pertahanan (Kowip) dan tiga belas batalion TPNPB Kodap III yang telah diterjunkan untuk melakukan operasi bersenjata di wilayah Kota Wamena.
“Pasukan kami telah melakukan penembakan terhadap dua aparat militer pemerintah Indonesia dari dalam mobil di depan Rumah Sakit Umum Kota Wamena. Serangan dilakukan dari jarak sekitar 10 meter,” ujar Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom.
TPNPB juga menyatakan bahwa mereka saat ini telah menentukan Kota Wamena sebagai Medan perang. Sebab, jalur transportasi utama dari Wamena menuju Yalimo, Yahukimo, dan Nduga sudah dikuasai oleh militer Indonesia.
“Kami menghimbau seluruh warga sipil, baik orang asli Papua maupun pendatang, untuk berhenti beraktivitas sejak pagi hingga malam agar tidak menjadi korban dalam operasi ini,” tegas Sebby.










