MIMIKA — Patroli gabungan aparat TNI-Polri di Kabupaten Mimika menemukan sejumlah temuan menonjol selama pengamanan momen 1 Desember, yang dikenal sebagai hari ulang tahun OPM atau hari kemerdekaan West Papua, Senin (1/12/2025).
Salah satu temuan paling menonjol adalah seorang pria yang ditemukan tergeletak dalam kondisi luka-luka sambil membawa bendera bintang kejora dan korek api berbentuk pistol.
Untuk diketahui, sebanyak 700 personel dikerahkan dalam dua sif patroli, yakni sejak malam 30 November hingga dini hari, serta dilanjutkan pada 1 Desember pagi hingga malam. Patroli dilakukan di pusat kota hingga kawasan pinggiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabag Ops Polres Mimika, AKP Hendri A. Korwa, menjelaskan bahwa tim patroli bergerak sejak malam dengan dua kali putaran.
“Jadi kami Polres Mimika berserta tim patroli gabungan dari beberapa kesatuan, dari malam melakukan patroli sebanyak dua kali, dari pukul 22.00 WIT sampai pukul 02.00 WIT. Dilanjutkan lagi dari pukul 03.00 WIT sampai pukul 07.00 WIT,” ujar Hendri.
Dalam patroli tersebut, aparat menemukan sejumlah barang mencurigakan, termasuk panah busur di wilayah Kwamki Narama.
Namun temuan yang paling menyita perhatian terjadi di kawasan Kebun Sirih, setelah polisi menerima laporan dari masyarakat.
“Terkait tadi yang mungkin sempat banyak rekan-rekan juga sudah tahu ya ada bendera (bintang kejora) itu. Itu berawal dari ada informasi dari masyarakat. Kemudian dari Polres datang untuk merespon di Kebun Sirih. Pas saya datang dia sudah dalam kondisi tergeletak orangnya. Ditemukan juga ada banderanya yang dibawa sama dia seperti itu,” jelas Hendri.
Pria tersebut kemudian segera dievakuasi ke RSUD Mimika. Ia diketahui berinisial OGD dan ditemukan membawa sejumlah barang, antara lain bendera, korek api berbentuk pistol, botol obat, ATM, topi, speaker, serta cas.
“Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit yang bersangkutan. Dia dalam kondisi luka-luka,” kata Hendri.
Terkait dugaan kondisi mabuk, ia menegaskan masih menunggu hasil pemeriksaan. “Masih menunggu hasil pemeriksaan rumah sakit. Jadi kami pas dapat langsung bawa saja.”
Sementara perihal kemungkinan pria tersebut dianiaya warga sebelum ditemukan, polisi belum dapat memastikan. “Mungkin sebentar nanti setelah dirawat nanti akan dicek,” ujarnya.
Hingga saat ini, aparat belum dapat meminta keterangan karena korban masih dalam perawatan.
“Kita masih menunggu dia pulih dulu toh baru dimintai keterangan,” ucap Hendri.
Laporan masyarakat menyebut, sebelum ditemukan tergeletak, pria itu sempat membuat keributan.
“Dia bikin ribut di rumah duka. Terus anggota datang tahu-tahu dia udah tergeletak. Kita gak tau mungkin sebelumnya ada kata-katanya atau apa itu. Dia tergeletak di jalan dekat rumah duka,” kata Hendri.
Patroli gabungan masih terus berlangsung hingga malam hari untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif di Mimika selama momen 1 Desember.








