JAKARTA – Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk mengungkapkan program pengembangan dan pembangunan di dua bandara Nabire, ibukota Provinsi Papua Tengah.
Pengembangan dan pembangunan di dua Bandara Nabire itu diungkapkan Ribka Haluk saat memaparkan sejumlah capaian kinerja di Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, Kamis (17/5/2024).
Ribka Haluk menyatakan pihaknya akan mengelola Bandara Lama Nabire untuk dijadikan kawasan perkantoran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia beralasan pembangunan kawasan perkantoran diperlukan mengingat akan bertambahnya jumlah ASN yang datang dari K2 Provinsi Papua dan akan dilakukannya penerimaan ASN Tahun 2024.
Ribka memaparkan pihaknya sedang bersiap untuk membuat kantor sementara bagi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah defenitif serta kantor Sekretariat Gubernur yang memadai.
“Penggunaan (kawasan) bandara lama tentu merupakan bagian dari menjaga dan merawat aset negara,” jelas Ribka Haluk.
Sementara, Bandara Baru Nabire dipastikan akan ditingkatkan. Peningkatan yang dimaksud ialah perpanjangan runaway atau landasan pacu.
Kata Ribka, perpanjangan landasan pacu bertujuan agar pesawat Boeing dapat beroperasi di Ibukota Papua Tengah tersebut.
“Dengan hadirnya pesawat berbadan besar tentu akan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat, mulai dari terciptanya lapangan kerja dan harga tiket juga terjangkau,” klaimnya.
Pihaknya pun kini sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan ditindaklanjuti lewat Memorandum of Understanding (MoU).
Mengenai inisiatif peningkatan Bandara Baru Nabire, Ribka Haluk menjelaskan hal itu dilakukannya atas dasar kerinduan masyarakat.
Meningkatnya status bandara dinilai akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah, mengingat alat transportasi di Papua Tengah masih didominasi transportasi udara.








