MIMIKA – Ironi kehidupan masyarakat di pusat Kota Timika terungkap saat Pemerintah Distrik Wania turun langsung ke permukiman warga dalam kegiatan Clean Friday atau Jumat Bersih.
Dipimpin Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, jajaran distrik mendatangi RT 11 dan RT 45 Kelurahan Kamoro Jaya, kawasan Jalan Hasanudin–Irigasi, Distrik Wania, Jumat (23/1/2026) pagi.
Di lokasi tersebut, berbagai keluhan serius disampaikan warga, mulai dari kerusakan infrastruktur jalan, minimnya rumah layak huni, buruknya sanitasi, hingga krisis air bersih, meski wilayah itu berada di pusat kota.
Tokoh masyarakat setempat, Alex Onawame, menyebut kondisi sosial dan lingkungan di wilayah itu sudah lama memprihatinkan dan jauh dari perhatian pemerintah.
Menurut Alex, akses jalan yang dibangun sekitar tahun 2006–2007 kini rusak parah dan menyulitkan aktivitas warga. Kerusakan jalan bahkan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
“Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan, masyarakat sering kesulitan melintas, bahkan pernah ada seorang ibu yang melahirkan di tengah jalan karena kendaraan tidak bisa lewat dengan baik akibat jalan berlubang dan rusak,” ujar Alex.
Selain persoalan jalan, warga juga menghadapi keterbatasan air bersih. Sumur bor yang sebelumnya dibangun oleh TNI-Polri sudah tidak berfungsi, memaksa warga memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sebelumnya ada penyediaan sumur bor dari pihak TNI-Polri tetapi fasilitasnya sudah rusak dan tidak dapat digunakan lagi. Sehingga hal itu membuat anak-anak mandi di kali, kami juga cuci piring dan pakaian di situ,” kata Alex.
“Air yang digunakan di kali ini jelas tidak sehat, tapi kami tidak punya pilihan lain karena tidak ada air bersih,” tambahnya.
Alex berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian nyata dan segera melakukan penanganan atas persoalan yang telah lama dialami warga.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, menegaskan bahwa kegiatan turun langsung ke lapangan merupakan agenda rutin untuk melihat kondisi riil masyarakat.
Ia memastikan seluruh temuan dan aspirasi warga akan dilaporkan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan instansi terkait.
“Kami akan membawa laporan lengkap dan gambaran kondisi lapangan kepada Bupati, Wakil Bupati, serta OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red) terkait. Harapannya, pada tahun 2026 ini ada program yang bisa diprioritaskan untuk masyarakat Amungme di Kelurahan Kamoro Jaya,” tutur Merlyn.
Merlyn berharap dengan melihat langsung kondisi lapangan, pemerintah daerah dan OPD terkait memiliki persepsi yang sama dalam menyusun langkah konkret demi meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami mohon agar apa yang kami laporkan ini benar-benar ditindaklanjuti, karena kondisi di sini tidak mencerminkan kehidupan masyarakat yang tinggal di pusat kota,” pungkas Merlyn.










