Warga Distrik Jayapura Utara Keluhkan Jalan Tak Kunjung Diperhatikan Pemerintah

Endy Langobelen

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga masyarakat RT 04, RW 01, Kompleks Dok 8 Kali, Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, bergotong royong membuka jalan. (Foto: Istimewa/Warga Distrik Jayapura Utara)

i

Warga masyarakat RT 04, RW 01, Kompleks Dok 8 Kali, Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, bergotong royong membuka jalan. (Foto: Istimewa/Warga Distrik Jayapura Utara)

JAYAPURA – Warga RT 04, RW 01, Kompleks Dok 8 Kali, Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, menyuarakan keluhan lantaran aspirasi mereka mengenai pembangunan jalan tak kunjung ditindaklanjuti pemerintah.

Padahal, menurut Ketua RT 04, David Moai, masyarakat telah mengajukan proposal sejak lama, namun belum juga mendapat jawaban.

“Kami warga masyarakat RT 04 mendiami tanah Dok 8 Kali mulai sejak tahun 1979 sampai saat ini, belum ada pemerintah yang menyentuh kami tentang aspirasi masyarakat, khususnya menyangkut jalan yang kami masyarakat inginkan sampai sekarang belum tercapai,” kata David Moai dalam video pernyataannya, Minggu (22/9/2025).

Baca Juga :  GPKAI Gelar Aksi Damai Minta Penambahan Kuota MRPB dan Copot Pj Gubernur Papua Barat

Ia menjelaskan, pihaknya telah melayangkan permohonan ke berbagai instansi, mulai dari Dinas PU Kota Jayapura, Wali Kota, DPR Kota, DPR Provinsi, hingga Dinas PU Provinsi Papua. Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjut.

“Kami sudah mengajukan permohonan-permohonan baik bentuk proposal yang kami sudah ajukan kepada pemerintah kota yaitu PU Kota, Wali Kota, dan DPR Provinsi, PU Provinsi, kami sudah ajukan. Tetapi sampai sementara ini belum ada jawaban kepada kami sehingga itu kami mohon kepada pemerintah tolong jawab kami masyarakat RT 04 ini,” tegasnya.

Ketua RT 04, David Moai. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video warga)
Ketua RT 04, David Moai. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video warga)

David menambahkan, jumlah warga di RT 04 mencapai 73 kepala keluarga dengan total 393 jiwa yang memiliki hak pilih. Menurutnya, masyarakat selalu berpartisipasi dalam pemilu, namun hak-hak mereka justru diabaikan.

Baca Juga :  Belum Temui Kadis Pendidikan, IPMAMI Demo Lagi di Puspem Mimika

“Setiap tahun masyarakat punya hak memilih selalu memilih pemerintah, baik pemerintah wali kota, baik provinsi, DPR, DPR Kota, DPR Provinsi sampai saat ini hak-hak kami kemana?” ungkapnya.

Atas dasar itu, warga RT 04 berharap agar pemerintah kota maupun provinsi segera memberikan perhatian nyata dengan menjawab keluhan dan aspirasi mereka.

“Sehingga itu kami mohon kepada pemerintah agar tolong jawab keluhan kami masyarakat RT 04. Sekian dan terima kasih,” tutup David.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN
Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group
Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi
Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke
Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong
Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua
Masyarakat Adat di Mimika Barat Jauh Tolak Sawit PT TAS, Soroti Ancaman Ruang Hidup
Aksi Damai di Mimika, Massa Tuntut Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:32 WIT

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:25 WIT

Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:14 WIT

Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:36 WIT

Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:15 WIT

Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT