Bentrok Kwamki Narama Mimika Pecah Lagi, Seorang Pria Tewas Dihujani Anak Panah

Ahmad

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban yang tergeletak dengan kondisi anak panah tertancap di sekujur tubuhnya. (Foto: Istimewa)

Korban yang tergeletak dengan kondisi anak panah tertancap di sekujur tubuhnya. (Foto: Istimewa)

MIMIKA — Bentrok antar kelompok warga kembali pecah di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada awal tahun 2026.

Insiden tersebut menewaskan seorang pria bernama Jori Murib, yang dilaporkan meninggal dunia setelah dihujani anak panah.

Bentrok melibatkan dua kelompok warga, yakni kelompok Dang dan kelompok Newegalen, dan terjadi pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 13.25 WIT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan korban diketahui baru tiba di Distrik Kwamki Narama dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, sekitar dua hari sebelum kejadian.

Baca Juga :  Polisi Bakal Jemput Paksa Tersangka Penganiayaan di SP3 Timika yang Kini Telah di Luar Kota

Menurut keterangan kepolisian, sebelum bentrok terjadi, korban sempat mengonsumsi minuman keras bersama sekelompok orang yang diduga berasal dari kelompok Newegalen.

Setelah itu, korban meninggalkan lokasi dan berjalan ke jalan utama di sekitar lapangan sepak bola.

Situasi kemudian berubah ricuh ketika korban bertemu massa dari kelompok Dang. Aksi saling kejar pun tidak terhindarkan hingga ke depan Mapolsek Kwamki Narama.

“Dia keluar di jalan aspal, sampai di luar mereka kejar sampai di depan Polsek sini langsung mereka bilang wah ini dari pihak atas (Kelompok Newegalen), langsung mereka panah dia,” kata Yusak.

Baca Juga :  Membelot dan Mencuri Senjata, Eks Polisi Aske Mabel Divonis 8 Tahun Penjara

Meski sempat berupaya menyelamatkan diri, korban akhirnya terjatuh setelah kembali dikejar massa.

“Setelah panah, mereka kejar dia lagi sampai lari ke belakang lapangan baru (korban) tumbang (korban meninggal dunia) di situ,” sambungnya.

Iptu Yusak menegaskan, hingga kini pihak kepolisian masih mendalami status korban dan keterlibatannya dalam konflik antarkelompok tersebut.

“Kita belum tahu karena dia kan baru turun dari atas (Distrik Beoga) dan tidak ikut perang,” ujarnya.

Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Mimika untuk penanganan medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga guna menjalani prosesi adat dan ritual pemakaman.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika
Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika
Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror
Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror
Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja
Polisi Tetapkan 3 Tersangka atas Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Mimika
Kasus Sajam di Kwamki Narama: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 5 Dipulangkan
Kejari Mimika Musnahkan Barang Bukti dari 19 Perkara, Ada Sabu dan Uang Palsu

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:25 WIT

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Minggu, 13 September 2026 - 18:14 WIT

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Rabu, 9 September 2026 - 23:22 WIT

Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror

Rabu, 9 September 2026 - 22:16 WIT

Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror

Selasa, 8 September 2026 - 15:20 WIT

Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT

Suasana di sekitar lokasi kejadian saat dikerumuni warga setempat dan polisi pada Sabtu malam, 12 September 2026. (Foto: Polres Mimika)

Hukrim

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:14 WIT