Komnas HAM Papua Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz 2026

Ahmad

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua, Frits Ramandey. (Foto: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Ketua Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua, Frits Ramandey. (Foto: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

MIMIKA – Ketua Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua, Frits Ramandey, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan tugas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, dengan menekankan pentingnya pendekatan humanis, dialogis, dan berbasis penghormatan hak asasi manusia.

Frits mengatakan bahwa situasi sosial di Papua memiliki karakteristik kultural yang kuat sehingga langkah pengamanan perlu disertai komunikasi terbuka serta membangun kepercayaan publik.

“Pendekatan keamanan harus berjalan beriringan dengan pendekatan sosial. Komunikasi yang intensif dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan pemuda menjadi kunci agar setiap kebijakan dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat,” kata Fritz, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, komunikasi yang efektif tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi memastikan pesan tersebut benar-benar dipahami dan diterima masyarakat.

Lanjutnya, ketika masyarakat merasa dilibatkan dan didengar, akan tumbuh partisipasi aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

Menurut Frits, prinsip akuntabilitas dan transparansi juga harus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Baca Juga :  Dongkrak Sinergitas, Satgas Humas ODC Silaturahmi dengan Insan Pers di Mimika

Dengan pendekatan yang mengedepankan dialog serta penghormatan terhadap martabat manusia, ia optimistis situasi keamanan di Papua dapat terus terjaga secara kondusif.

Fritz berharap pelaksanaan Operasi Damai Cartenz 2026 tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat guna mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan di Tanah Papua.

“Keamanan yang berkelanjutan lahir dari kepercayaan. Ketika masyarakat dan aparat berjalan bersama, maka stabilitas akan semakin kokoh,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua
Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers
Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum
Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Minggu, 27 September 2026 - 23:25 WIT

OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya

Kamis, 24 September 2026 - 13:39 WIT

Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando

Rabu, 23 September 2026 - 20:12 WIT

Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Berita Terbaru

Kebakaran hutan terjadi di kawasan pegunungan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Facebook Anak Tambang Papua)

Peristiwa

Kebakaran Hutan Melanda Pegunungan di Tembagapura Mimika

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:19 WIT