JAYAPURA – Ketua Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Mamberamo Raya (HPM-MR), Jorgen Tawane, melantik Anjali Inyara sebagai Ketua Asrama Putri Mamberamo Raya di Asrama Mahasiswa Kabupaten Mamberamo Raya, Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin, 5 Oktober 2026. Dalam sambutannya, Jorgen mengatakan regenerasi pengurus penting untuk mendorong mahasiswi Mamberamo Raya berkembang, baik secara pribadi maupun dalam pendidikan.
“Harapan saya untuk bagaimana generasi-generasi muda ini ke depan berprestasi secara ilmu dan secara kemanusiaan,” kata Jorgen.
Menurut Jorgen, para mahasiswi menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi. Ia berharap pengembangan generasi muda ini menjadi bagian dari upaya membangun daerah, dan mahasiswa dapat bergandengan tangan mewujudkan harapan bagi kabupaten tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jorgen juga menjelaskan peran HPM-MR. Ia mengatakan himpunan bertanggung jawab atas asrama dan ikatan mahasiswa Mamberamo Raya di Jayapura, berdasarkan mandat dari pemerintah. “Himpunan adalah wadah tertinggi untuk bagaimana melihat generasi-generasi yang ada di bermacam kota studi,” ujarnya.
Jorgen mengatakan HPM-MR siap menjalankan proses selanjutnya bersama organisasi dan asrama mahasiswa Mamberamo Raya di Jayapura.
Pelantikan badan pengurus itu mengusung tema “Bersatu dalam Satu Honai, Berjuang dalam Satu Tujuan, Masa Depan Seribu Misteri, Sejuta Harapan Negeri Mamberamo Raya.”
Anjali, yang baru kali pertama memimpin Asrama Putri Mamberamo Raya, mengaku bersyukur atas kepercayaan itu. “Saya sangat bersyukur sekali hari ini bisa dilantik. Saya berharap nanti ke depannya bisa menjadi ketua yang baik bagi teman-teman di asrama dan akan membuat teman-teman maju lebih baik lagi ke depannya,” kata Anjali.
Ia menyebut kesalahpahaman antarpenghuni sebagai salah satu persoalan yang kerap terjadi di asrama. Menurut dia, persoalan itu biasanya segera ditangani lewat keputusan untuk evaluasi bersama dan berdamai.
“Di asrama sering terjadi kesalahpahaman dan saya biasanya langsung ambil keputusan untuk kita evaluasi dan kita berdamai,” ujarnya.
Alumni Asrama Mamberamo Raya, Anton J. Sembai, berpesan agar pengurus baru menjaga kepercayaan yang diberikan. Menurut dia, pengurus harus menjalankan tanggung jawab terhadap adik-adik yang tinggal di asrama, termasuk menjaga keamanan dan kondisi lingkungan, kegiatan organisasi, serta proses belajar. Ia menyebut kehidupan di asrama berbeda dengan hidup bersama keluarga atau tinggal di tempat kos. “Ketika adik-adik diberikan kepercayaan itu, harus dijaga sebaik mungkin,” kata Anton.
Anton juga mengingatkan bahwa kesempatan belajar di Jayapura adalah kepercayaan dari orang tua. “Orang tua kalian memberikan kepercayaan untuk datang belajar, menuntut ilmu, itu tidak pernah sia-sia buat generasi muda Mamberamo Raya ke depan,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya datang ke Jayapura saja, tapi harus menyelesaikan pendidikan, dan menimba ilmu lalu kembali membangun daerah Mamberamo Raya.
“Kalian datang karena punya tujuan dan belajar untuk menjadi orang yang sukses sehingga balik membangun Mamberamo Raya seperti apa yang diharapkan oleh orang tua yang ada disana,” kata Anton.










