Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong

Ahmad

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang karyawan PT Petrosea sedang berjalan bersama tiga orang pelajar. (Foto: Dokumen PT Petrosea Tbk)

Seorang karyawan PT Petrosea sedang berjalan bersama tiga orang pelajar. (Foto: Dokumen PT Petrosea Tbk)

SORONG – Ketersediaan air bersih dan layak minum masih menjadi tantangan utama bagi sebagian masyarakat di Sorong, Papua Barat Daya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, PT Petrosea Tbk menghadirkan inisiatif sosial bernama PetroHygiene.

Program ini mengolah air hujan menjadi sumber air minum alternatif melalui sistem pemanenan, penampungan, dan pengolahan yang higienis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inisiatif ini dikembangkan sebagai bagian dari pilar lingkungan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

Fasilitas PetroHygiene menggunakan area tangkapan air hujan seluas 350 meter persegi, dengan area efektif penangkapan seluas 84 meter persegi.

Sistem ini memiliki kapasitas tangkap 2.658,18 liter, kemampuan produksi hingga 637,96 liter per hari, serta tangki penyimpanan berkapasitas 2.000 liter.

Sejak mulai beroperasi, program ini telah menjangkau sekitar 85 keluarga sebagai penerima manfaat langsung.

Baca Juga :  Evakuasi Pilot Selandia Baru, Tim Gabungan Diberangkatkan ke Alama

Kehadiran fasilitas ini memberikan dampak positif di tiga sektor sekaligus, yakni lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

Dari segi lingkungan, pemanenan air hujan membantu mengurangi limpasan air permukaan (surface runoff).

Sementara itu, data pemantauan menunjukkan adanya penurunan kasus gangguan kesehatan akibat air bersih hingga 66 persen di kalangan warga penerima manfaat.

Dari sisi ekonomi, program ini mampu menekan pengeluaran warga untuk kebutuhan air hingga 98 persen.

Secara keseluruhan, estimasi penghematan yang dirasakan oleh warga penerima manfaat mencapai sekitar Rp359 juta per tahun.

“Melalui PetroHygiene, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi berdampak nyata dapat dimulai dari pemanfaatan sumber daya di sekitar menjadi solusi yang bermanfaat,” ujar Direktur PT Petrosea Tbk, Meinar Kusumastuti, dalam keterangan tertulis kepada media ini, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga :  Pos Peka di Mimika Diduga Dibakar, Api Menyebar ke Rumah Sekitar

“Bagi Petrosea, keberhasilan program tidak hanya diukur dari teknologi yang diterapkan, tetapi juga dari manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Kami berharap inisiatif ini dapat dikembangkan dan menginspirasi penerapan solusi serupa di wilayah lain,” imbuhnya.

Berkat inovasi tersebut, PetroHygiene berhasil meraih penghargaan Gold untuk Kategori Inovasi Sosial dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang diselenggarakan oleh PT SUCOFINDO (Persero) pada September 2026.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam menghadirkan solusi berbasis lingkungan yang solutif bagi masyarakat.

Dalam menjalankan seluruh kegiatan operasionalnya, Petrosea mengutamakan penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) demi mencapai target zero accident, keunggulan operasional, serta perbaikan berkelanjutan yang didukung oleh tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). (Adv)

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gaun Biru Vina, Duta TIFA Asal Kamoro yang Bersinar di Panggung Nasional
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, “Search and Rescue Goes to School” Edukasi Pelajar di Mimika
IA-ITB Dorong Investasi dan Pengembangan SDM untuk Percepat Pembangunan Papua
Transaksi Rp627 Ribu yang Berujung PHK di Alfamidi Sentani
Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai
Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?
Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:47 WIT

Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIT

Gaun Biru Vina, Duta TIFA Asal Kamoro yang Bersinar di Panggung Nasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:42 WIT

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, “Search and Rescue Goes to School” Edukasi Pelajar di Mimika

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:02 WIT

IA-ITB Dorong Investasi dan Pengembangan SDM untuk Percepat Pembangunan Papua

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:32 WIT

Transaksi Rp627 Ribu yang Berujung PHK di Alfamidi Sentani

Berita Terbaru