JAKARTA – Tifa Creative membawa promosi seni, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ke tingkat nasional melalui pertemuan dengan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Wisma Mandiri 2, Jakarta Pusat, itu menjadi kesempatan bagi Tifa Creative untuk memperkenalkan ekosistem ekonomi kreatif yang telah dibangun selama kurang lebih enam tahun melalui Timika Inside Festival of Art (TIFA).
Dalam kesempatan tersebut, rombongan Tifa Creative juga mengundang Tiar untuk menghadiri TIFA 2027 di Kabupaten Mimika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Tifa Creative, Dina Merani, mengatakan pertemuan tersebut berlangsung hangat. Tiar bersama jajaran timnya menyambut langsung rombongan Tifa Creative yang hadir bersama Duta TIFA 2026, Oktovina Syavina Yani.
“Respons beliau dan juga tim beliau itu sangat positif sekali, sangat antusias. Katanya, yang kami paparkan dan festival TIFA sangat luar biasa sekali,” kata Dina kepada Galeripapua.com seusai pertemuan.
Menurut Dina, Tiar dan timnya telah mencatat undangan untuk menghadiri TIFA 2027. Meski belum memastikan kehadiran, sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam pertemuan itu menunjukkan ketertarikan mereka untuk mengenal lebih jauh potensi Mimika dan penyelenggaraan festival tersebut.
Dina mengungkapkan, Tiar sempat menanyakan waktu perjalanan menuju Mimika, ketersediaan hotel dan penginapan, serta berbagai potensi yang dapat dijumpai di daerah tersebut.
“Untuk sinyal-sinyal positif terkait dukungan beliau untuk hadir, mungkin sudah sekitar 60 persen. Mereka sangat antusias sekali karena sudah bertanya perjalanan ke sana berapa lama, apa saja yang ada di sana, dan penginapan atau hotel apa saja yang sudah ada di sana,” ujarnya.
Bagi Tifa Creative, kehadiran pejabat yang membidangi UMKM dan teknologi digital tersebut akan menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi pelaku usaha lokal Mimika sekaligus membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah.
Dina menjelaskan, TIFA yang digelar setiap tahun selama tiga hari tidak hanya menampilkan pertunjukan seni dan budaya Papua, tetapi juga menghadirkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM, kuliner lokal, hingga demonstrasi memasak atau live cooking.
Berbagai produk unggulan Mimika, mulai dari fashion, kriya, hingga kuliner, mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada pengunjung.
Menurut Dina, potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar pelaku UMKM tidak hanya mengandalkan penjualan melalui bazar dan pameran, tetapi juga mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Kalau beliau hadir, kami berharap beliau juga bisa memberikan motivasi kepada pelaku UMKM yang ada di Mimika untuk lebih semangat lagi dalam mengembangkan usahanya. UMKM mereka tidak hanya sebatas jualan di bazar dan pameran budaya, tetapi bisa juga go nasional dan internasional melalui digitalisasi,” tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut, Tifa Creative turut mempromosikan produk lokal Mimika, termasuk batik Kamoro yang diproduksi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika.
Duta TIFA 2026 juga mengenakan produk ecoprint dari Mimika Mangrove sebagai bagian dari promosi karya lokal kepada pemerintah pusat.
Dina mengatakan, Tiar merespons positif produk-produk tersebut, khususnya motif yang dikembangkan menjadi produk khas Mimika.
Tifa Creative juga menyerahkan produk lokal sebagai bentuk pengenalan terhadap kreativitas dan potensi industri kerajinan di daerah itu.
“Responsnya sangat senang, bagus dengan motif yang sudah dibuat menjadi produk asli Mimika,” katanya.
Dina berharap, undangan kepada Tiar dapat berlanjut dengan kunjungan langsung ke Mimika pada penyelenggaraan TIFA 2027.
Dengan demikian, potensi seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang selama ini tumbuh melalui festival tersebut dapat dilihat secara langsung, sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk memperkuat UMKM lokal.
Bagi Tifa Creative, TIFA bukan hanya ruang pertunjukan budaya, melainkan juga wadah untuk mempertemukan kreativitas masyarakat, produk lokal, dan peluang pengembangan usaha.
Kehadiran pemerintah pusat diharapkan dapat memperluas jejaring promosi sekaligus mendorong pelaku ekonomi kreatif Mimika agar semakin siap memanfaatkan pasar digital.













