Generasi Muda Mimika di Tengah Bayang-Bayang Bahaya HIV-AIDS

Ahmad

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Kelompok usia produktif di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kini menjadi kelompok yang paling rentan terpapar HIV-AIDS.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat 326 kasus baru sepanjang Januari hingga September 2026, dengan penularan tertinggi didominasi oleh remaja dan pemuda.

Secara akumulatif, temuan tersebut menambah panjang deretan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Mimika yang kini telah menyentuh angka 8.736 kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari 326 kasus baru pada sembilan bulan pertama tahun 2026, sebanyak 183 orang berada pada tahap infeksi HIV tanpa gejala, sedangkan 143 orang lainnya telah memasuki fase AIDS bergejala.

Sebaran kasus menunjukkan tren yang hampir seimbang antara laki-laki (172 kasus) dan perempuan (154 kasus).

Namun, jika dilihat dari kriteria usia, kelompok usia 20–24 tahun mencatatkan angka penularan tertinggi sebanyak 83 kasus, disusul kelompok usia 25–29 tahun dengan 65 kasus.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, menegaskan perlunya langkah konkret yang berfokus pada generasi muda untuk memutus mata rantai penularan di daerah ini.

“Kelompok usia produktif, khususnya remaja dan pemuda, perlu mendapatkan perhatian lebih serius melalui edukasi, promosi kesehatan, pemeriksaan HIV, dan pendekatan pencegahan yang sesuai,” ujar Marselino Mameyau di Timika.

Baca Juga :  Jelang Natal dan Tahun Baru, Kesbangpol Mimika Imbau Masyarakat Jaga Keamanan

Masalah Kepatuhan Berobat dan Kendala Reagen Lab

Meskipun capaian penjangkauan atau tes kesehatan di masyarakat tergolong tinggi—mencapai 55.096 orang (137,9%) dari target 39.944 orang—penanganan HIV-AIDS di Mimika masih terganjal sejumlah masalah mendasar.

Salah satu yang krusial adalah tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan rutin.

Data Dinkes Mimika mencatat sedikitnya 59 warga yang terdiagnosis positif hingga kini belum mengakses pengobatan Antiretroviral (ARV).

Padahal, konsistensi terapi ARV sangat penting untuk menekan jumlah virus di dalam tubuh dan mencegah penularan lebih lanjut.

Di sisi lain, hambatan teknis medis turut memperlambat pemantauan kondisi pasien. Pemantauan kadar virus (Viral Load) menggunakan mesin M-PIMA di Puskesmas Timika dan Puskesmas Timika Jaya sempat terhenti akibat krisis stok reagen.

Dari 984 pemeriksaan Viral Load yang sempat dilaksanakan, 708 ODHIV berhasil mencapai supresi virus (jumlah virus menekan ke tingkat aman). 190 ODHIV belum mengalami supresi virus dan 86 pemeriksaan dinyatakan error atau tidak valid akibat kendala teknis.

Baca Juga :  Peringati 4 Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Korban: Jangan Beri Remisi Pelaku!

Ancaman Penularan Ibu ke Anak dan Akses Layanan

Kerentanan juga membayangi kelompok ibu dan anak. Berdasarkan data Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA), dari 5.454 ibu hamil yang diperiksa, sebanyak 28 orang terkonfirmasi positif HIV.

Dari jumlah tersebut, 24 ibu hamil telah mendapatkan pendampingan terapi ARV, sementara satu bayi yang dilahirkan terdeteksi berstatus HIV positif.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkab Mimika mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS dan IMS.

Jangkauan fasilitas kesehatan pun terus diperluas hingga ke wilayah pesisir dan pedalaman, mencakup 35 fasilitas Konseling dan Tes HIV (KT-HIV) dan 18 fasilitas perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP).

Marselino menegaskan bahwa penanggulangan tidak boleh berhenti pada tahap penemuan kasus semata, melainkan harus dibarengi dengan jaminan akses obat dan penghapusan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

“Keberhasilan penanggulangan HIV-AIDS tidak hanya diukur dari tingginya jumlah pemeriksaan dan penemuan kasus, tetapi juga dari kemampuan memastikan setiap orang yang terdiagnosis mendapatkan pengobatan dan mempertahankan kepatuhan ARV,” pungkas Marselino.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital
Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis
Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit
PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria
PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria
Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan
Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika
Asap Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Amungsa Cares Papua Imbau Penggunaan Masker

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:30 WIT

Generasi Muda Mimika di Tengah Bayang-Bayang Bahaya HIV-AIDS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:32 WIT

RSUD Jayapura Jaring Masukan Publik, Benahi Tata Kelola Lewat Layanan Digital

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:35 WIT

Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:18 WIT

Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIT

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria

Berita Terbaru

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kesehatan

Generasi Muda Mimika di Tengah Bayang-Bayang Bahaya HIV-AIDS

Selasa, 3 Nov 2026 - 17:30 WIT

Korban saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. (Foto: Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin)

Hukrim

ASN Korban Penikaman di Ilaga Puncak Dirujuk ke Makassar

Senin, 2 Nov 2026 - 20:59 WIT

Korban penikaman di Ilaga, Kabupaten Puncak. (Foto: Satgas ODC)

Peristiwa

Seorang ASN Ditikam OTK di Ilaga Puncak

Senin, 2 Nov 2026 - 20:50 WIT