Asap Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Amungsa Cares Papua Imbau Penggunaan Masker

Endy Langobelen

Kamis, 1 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Manager Yayasan Amungsa Cares Papua, Fabian Kakisina. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Program Manager Yayasan Amungsa Cares Papua, Fabian Kakisina. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu kualitas udara, tetapi juga dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), dan penderita penyakit kronis.

Program Manager Yayasan Amungsa Cares Papua, Fabian Kakisina, mengatakan partikel berbahaya yang terkandung dalam asap karhutla dapat mengganggu sistem pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan tertentu.

“Asap karhutla mengandung partikel beracun yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga pemburukan kondisi penyakit kronis,” ujar Fabian, Kamis (1/10/2026).

Menurut Fabian, paparan asap dapat berdampak pada seluruh lapisan masyarakat. Namun, kelompok rentan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

Gangguan yang dapat muncul antara lain ISPA dengan gejala batuk, pilek, hingga sesak napas. Paparan asap juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan yang ditandai mata perih, berair dan merah, serta tenggorokan kering dan nyeri saat menelan.

Dampak asap karhutla. (Foto: Yayasan Amungsa Cares Papua)
Dampak asap karhutla. (Foto: Yayasan Amungsa Cares Papua)

Selain itu, paparan asap dapat menurunkan fungsi paru dan memperburuk penyakit yang sudah diderita, seperti asma, bronkitis, dan penyakit paru kronis lainnya.

Baca Juga :  LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta

Paparan polutan halus dalam jangka waktu tertentu juga dapat meningkatkan risiko komplikasi pada penderita penyakit jantung dan stroke.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Yayasan Amungsa Cares Papua mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk.

Warga juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan dan kualitas udara di dalam rumah, serta memperbanyak konsumsi air putih.

Fabian mengingatkan masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan dan kondisi yang semakin berat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Mimika Bentuk TP2TB Kejar Target Eliminasi Tuberkulosis
Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit
PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria
PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria
Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan
Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika
Kabut Asap Picu Kenaikan Kasus ISPA di Mimika, Dinkes Catat Lebih dari 63 Ribu Penderita
Kasus Malaria Puskesmas Timika Naik 6,4 Persen, Pemeriksaan Diperluas

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:18 WIT

Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIT

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:59 WIT

PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:00 WIT

Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:08 WIT

Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika

Berita Terbaru

Kebakaran hutan terjadi di kawasan pegunungan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Facebook Anak Tambang Papua)

Peristiwa

Kebakaran Hutan Melanda Pegunungan di Tembagapura Mimika

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:19 WIT