Kasus Penembakan Warga Sipil di Yahukimo Masuk Pantauan Komnas HAM

Endy Langobelen

Senin, 26 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Abdul Haris Semendawai, dan Komisioner Pengaduan Komnas HAM, Hari Kurniawan, menemui massa aksi mahasiswa Papua di depan Kantor Komnas HAM Pusat, Jakarta, Senin (26/8/2024). (Foto: Istimewa)

Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Abdul Haris Semendawai, dan Komisioner Pengaduan Komnas HAM, Hari Kurniawan, menemui massa aksi mahasiswa Papua di depan Kantor Komnas HAM Pusat, Jakarta, Senin (26/8/2024). (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Pusat merima kedatangan mahasiswa Papua yang menggelar demontrasi terkait kasus penembakan warga sipil atas nama Tobias Silak di Yahukimo, di Papua Pegunungan pada 20 Agustus 2024 lalu.

Dalam perjumpaan di depan Kantor Komnas HAM Pusat, Jakarta, Senin (26/8/2024), Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Abdul Haris Semendawai, dan Komisioner Pengaduan Komnas HAM, Hari Kurniawan, diberikan kurang lebih 20 pernyataan sikap dan tuntutan oleh mahasiswa untuk segera mengusut tuntas kasus-kasus penembakan warga sipil di tanah Papua.

Berdasarkan video reels Facebook pada akun Meabun Tohaltok, Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Abdul Haris Semendawai, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima dan akan mempelajari pernyataan sikap itu dengan sebaik-baiknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tadi ada beberapa rekomendasi yang disampaikan, ada beberapa tuntutan yang disampaikan kurang lebih ada 20 tuntutan yang ada di dalam pernyataan tadi,” ujar Abdul.

Dia menyebut, 20 tuntutan itu tentunya tidak semua ditunjukkan kepada Komnas HAM, sehingga pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan atau rekomendasi-rekomendasi yang memang sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab Komnas HAM.

Baca Juga :  Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP

“Misalnya tadi ada usulan untuk membentuk tim investigasi, nanti kami tentunya akan diskusikan terlebih dahulu di internal. Kemudian dalam investigasi juga melibat Komnas HAM Pusat maupun Komnas HAM daerah. Itu juga nanti kami akan diskusikan lebih lanjut,” katanya.

Abdul berharap, jalinan pertemuan ini dapat terus berlangsung sehingga nantinya dapat membantu Komnas HAM dalam melengkapi data-data tambahan.

“Kami berharap bahwa setelah ini akan ada kontak person. Bila kami masih membutuhkan data-data lebih lengkap untuk menindaklanjuti permintaan ini, tentunya kami akan kontak yang bersangkutan supaya kita juga mendapatkan data-data yang lebih akurat,” tuturnya.

Abdul mengatakan, persoalan kasus pembunuhan yang disampaikan oleh mahasiswa Papua tentunya memerlukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa di dalam kaca mata Komnas HAM, tindakan pembunuhan tetap merupakan salah satu dari pelanggaran HAM sehingga akan diperjuangkan bersama-sama.

“Kita menolak pembunuhan, apalagi kalau pembunuhan secara sewenang-wenang. Jadi, itu melanggar hak untuk hidup yang harus kita perjuangkan bersama, termasuk yang mengalami luka-luka tentunya itu juga salah satu pelanggaran,” ujarnya.

“Nah karena itu, saya kira menjadi komitmen Komnas HAM juga untuk bagaimana mencari data seakurat mungkin untuk memastikan peristiwa ini sebenarnya seperti apa. Tadi juga ada beberapa yang disampaikan bahwa ada beberapa klaim yang sudah dikemukakan, tetapi sejauh mana akurasi klaim itu juga perlu kita tanyakan lebih lanjut sehingga proses ini mungkin membutuhkan waktu yang tidak sebentar,” tandasnya.

Baca Juga :  Omaleng Kembalikan Jabatan Tiga Srikandi ke Posisi Semula

Sementara Komisioner Pengaduan Komnas HAM, Hari Kurniawan, menegaskan pihaknya menindaklanjuti persoalan ini dengan melakukan analisis pengaduan dan melihat kelengkapan berkas-berkas.

“Saya berharap teman-teman di papua, teman-teman dari aliansi mahasiswa Yahukimo melengkapi berkas-berkasnya sehingga kita bisa langsung memasukan ini ke pemantuan,” kata Hari.

Dia menjelaskan, pengaduan yang sampaikan oleh mahasiswa Papua memiliki batas waktu maksimal hingga 10 hari ke depan.

“Jadi, 10 hari dari sekarang kita akan menindaklanjuti dan menaikan kasus ini ke teman-teman di pemantauan. Makanya kami mohon kerja samanya. Segala informasi terkait dengan almarhum Tobias, foto-foto, video kalau memang ada silakan disampaikan ke Komnas HAM,” pungkas Hari.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Pria Diburu Polisi Usai Penganiayaan Maut di Belakang Grapari Timika
Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika
Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika
Peredaran Sopi Picu Gangguan Keamanan, Aparat Gabungan Tertibkan Pasar Sentral Timika
SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua
Narkoba Masih Intai Mimika, 11 Tersangka Ditangkap dalam Empat Bulan
Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp312 Juta, Dua Pengedar Lama Dibongkar
Anggota KKB Penembak Warga Sipil di Puncak Jaya Ditangkap di Mimika

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 16:15 WIT

Tiga Pria Diburu Polisi Usai Penganiayaan Maut di Belakang Grapari Timika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:59 WIT

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:41 WIT

Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika

Selasa, 28 April 2026 - 16:32 WIT

Peredaran Sopi Picu Gangguan Keamanan, Aparat Gabungan Tertibkan Pasar Sentral Timika

Senin, 27 April 2026 - 23:14 WIT

SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua

Berita Terbaru

Anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo melakukan penembakan kapal yang melintas di wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Asmat. (Foto: Dok. TPNPB-OPM)

Peristiwa

TPNPB Klaim Tembak Dua Kapal di Perbatasan Yahukimo–Asmat

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:17 WIT

Korban mendapat penanganan medis di RSUD Mimika. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Staf Ahli DPRK Mimika Dibacok Begal di Irigasi Ujung

Senin, 4 Mei 2026 - 02:18 WIT

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT