Akui Tembak Polisi di Puncak Jaya, Ini Pesan OPM untuk OAP

Endy Langobelen

Rabu, 22 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

i

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

PUNCAK JAYA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan bertanggung jawab atas gugurnya Brigpol Ronald M. Enok, Anggota Kepolisian Resor (Polres) Puncak Jaya, Selasa (21/1/2025).

Melalui siaran pers yang diterima Galeripapua.com, Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan bahwa Komnas TPNPB-OPM telah menerima laporan tentang penembakan Brigpol Ronald M. Enok.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap Yambi-Puncak Jaya pada hari Selasa, 21 Januari 2025, pukul 14.50 siang, bahwa TPNPB Kodap Yambi-Puncak Jaya telah berhasil melakukan penembakan terhadap sejumlah aparat militer Indonesia (Polisi) sejak pukul 12.10 siang,” ujar Sebby.

Baca Juga :  Dua Tukang Ojek Jadi Korban Penganiayaan di Deiyai, Satu Tewas

Penembakan itu, kata Sebby, dilakukan pada saat pasukan TPNPB Kodap Yambi-Puncak Jaya sedang melaksanakan operasi di Kampung Lima-lima. Operasi itu berlangsung dari pagi hingga siang hari.

“Dan terjadi penembakan yang mengakibatkan satu anggota militer Indonesia tewas dan lainnya luka-luka,” tuturnya.

Sebagai informasi, almarhum Brigpol Ronald M. Enok juga merupakan orang asli Papua (OAP). Oleh karena itu, dari kejadian ini, Sebby menegaskan kepada seluruh orang asli Papua yang telah bergabung sebagai anggota militer Indonesia untuk segera menghentikan aktivitasnya di wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua.

“Sebab Tanah Papua adalah milik kita orang Papua yang harus dijaga dan dilindungi dari ancaman asing seperti negara kolonial Indonesia. Orang Papua harus ingat kata Ali Murtopo, ‘rekrut orang asli Papua, jadikan mereka sebagai TNI-Polri, intel dan lempar mereka ke garis depan biar dong baku bunuh sendiri’. Inilah kata yang mengadudombakan kita sesama orang Papua untuk saling membunuh selama kita masih dijajah oleh negara asing, kolonial Indonesia,” kata Sebby.

Baca Juga :  Korban Penembakan di Puncak Papua Tengah Adalah Purnawirawan TNI

“Dan kata Ali Murtopo sudah benar terjadi, maka disampaikan kepada seluruh orang asli Papua baik itu TNI-Polri untuk segera bersatu dan memperjuangkan hak kemerdekaan bangsa Papua dari jajahan kolonialisme Indonesia sebelum kami punah atas kebijakan negara Indonesia di atas tanah leluhur kami,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika
Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus
Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah
Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol
Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap
Yahukimo Memanas, Kontak Senjata Berujung Korban Jiwa
LBH Papua Pos Sorong Soroti Mandeknya Kasus Dugaan Penyiksaan Warga oleh Oknum Polisi
Kejari Mimika Pulihkan Hak Korban Pencurian, Sepeda Motor Dikembalikan

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:01 WIT

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:54 WIT

Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:12 WIT

Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:08 WIT

Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:59 WIT

Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT