MIMIKA – Anggota DPRD terpilih Kabupaten Mimika periode 2024-2029, Elinus Balinol Mom, yang juga merupakan putra Suku Amungme dari Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah, buka suara terkait insiden pembunuhan serta pembakaran pilot helikopter asal Selandia Baru di lapangan terbang Alama, Senin (5/8/2024).
Dalam sambungan telpon pada Senin malam, Elinus menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya pilot Glen Malcolm Conning yang telah berdedikasi memberikan pelayanan dengan mengantar para tenaga kesehatan dari Kota Timika ke tempat tugas di Distrik Alama.
“Untuk keluarga pilot yang sedang berduka, saya menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa yang sangat disesali ini,” ucapnya.
Elinus menyayangkan tindakan yang telah dilakukan oleh oknum-oknum KKB yang tidak bertanggung jawab tersebut.
Pasalnya, dia menilai peristiwa pembunuhan itu akan sangat berdampak bagi masyarakat sipil yang ada di kampung-kampung di Distrik Alama.
Elinus khawatir bilamana nantinya trauma masyarakat yang pernah terjadi di tahun 1977 bakal terulang kembali hingga mengakibatkan pengungsian besar-besaran.
“Saya punya masyarakat yang ada di sana itu sampai sekarang masih menyimpan trauma yang mendalam karena di tahun 1977 pernah terjadi operasi sampai di Mapenduma. Banyak yang korban sampai lari ke daerah-daerah lain,” terang Elinus.
“Kejadian itu jadi mimpi buruk yang pernah terjadi. Makanya saya khawatir dengan terjadinya peristiwa ini, pasti akan memberikan dampak lagi bagi masyarakat Alama,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Elinus berharap apabila TNI-Polri nantinya melakukan pengejaran terhadap pelaku, jangan sampai masyarakat sipil turut menjadi korban.
“Harapan saya, kalau besok pemerintah dan TNI-Polri naik, kejar saja pelakunya tapi tetap menjaga agar masyarakat sipil tidak terkena dampak. Jangan sampai masyarakat juga ikut menjadi korban,” harapnya.
Elinus juga menyinggung peristiwa serupa yang terjadi di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, ketika Pilot Susi Air disandera KKB dan akhirnya berdampak pada layanan transportasi yang mana Susi Air tidak lagi memberikan pelayanan penerbangan di Mimika.
“Ini kan akibat dari (konflik) itu. Akhirnya selama ini, masyarakat hanya dibantu dengan helikopter yang ada. Dan sekarang kalau sudah kejadian begini lagi, semua maskapai penerbangan bisa saja sudah tidak mau naik ke atas dan itu dampaknya besar sekali ke masyarakat. Suplai makanan jadi susah,” jelasnya.
Untuk itu, Elinus menyampaikan saat ini, dirinya pun tengah berupaya berkomunikasi dengan masyarakat setempat agar dapat membantu pemerintah dan aparat dalam melakukan evakuasi para korban.
“Saya saat ini lagi di Jakarta, tapi saya juga sedang komunikasi dengan masyarakat di Alama untuk turut membantu agar evakuasi nantinya dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada gangguan,” pungkasnya.
Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46










