Baku Tembak di Yahukimo: OPM Sebut 1 Anggotanya Terluka, Klaim 3 TNI Tewas

Endy Langobelen

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Kinbusa dan Sisiba. (Foto: Istimewa/Dok. TPNPB-OPM)

Anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Kinbusa dan Sisiba. (Foto: Istimewa/Dok. TPNPB-OPM)

YAHUKIMO — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyampaikan satu anggotanya mengalami luka tembak dalam pertempuran dengan militer Indonesia di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (13/12/2025).

Dalam keterangan resminya, TPNPB juga menuding pihaknya telah menembak anggota TNI hingga menewaskan tiga orang dan melukai dua lainnya.

Pengakuan tersebut disampaikan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dalam Siaran Pers Ke V tertanggal 13 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juri Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut baku tembak terjadi sejak pukul 04.00 hingga 08.00 WIT dan melibatkan pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Kodap XVI Yahukimo dari Kinbusa dan Sisiba.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo bahwa baku tembak yang terjadi pada hari Sabtu, 13 Desember 2025 sekitar jam 04.00 pagi sampai jam 08.00 mengakibatkan satu anggota TPNPB mengalami luka tembak dan sedang dirawat di Markas TPNPB,” ujarnya.

Baca Juga :  TPNPB-OPM Serang Polisi di Dogiyai, 1 Orang Meninggal Dunia

“Sementara korban jiwa dari aparat militer Indonesia sebanyak lima orang, tiga di antaranya tewas dan dua orang lainya mengalami luka-luka,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan, Sebby mengungkapkan bahwa militer Indonesia telah melakukan serangan darat dan udara selama pertempuran.

“Dalam pertempuran sengit tersebut aparat militer Indonesia juga melakukan banyak serangan bom melalui darat dan udara. Sementara pasukan dan logistik perang terus didrop dari Markas Militer Indonesia ke wilayah perang menggunakan kendaraan rantis,” katanya.

Lebih lanjut, Sebby menyampaikan dampak dari serangan tersebut, banyak warga masyarakat sipil yang akhirnya memilih pergi mengungsi meninggalkan kampungnya.

“Pertempuran tersebut mengakibatkan banyak serangan militer Indonesia ke wilayah pemukiman warga sipil yang mengakibatkan terjadinya pengungsian setelah terjadinya serangan bom militer Indonesia dan penembakan brutal ke pemukiman warga sipil,” jelas Sebby.

Baca Juga :  Perang Dua Kelompok Warga di Mimika Segera Tempuh Jalur Mediasi

Sebby menyebut sebagian besar warga yang mengungsi ke hutan-hutan adalah anak-anak serta bayi yang mana harus mendapatkan perhatian khusus.

Atas situasi ini, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyampaikan imbauan kepada aparat keamanan.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada aparat militer indonesia untuk tidak melakukan serangan bom dan penembakan brutal ke dalam hutan-hutan, karena banyak warga sipil yang sedang mengungsi ke hutan untuk mencari perlindungan,” imbaunya.

Berkaitan dengan tudingan yang disampaikan OPM, Galeripapua.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak TNI.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban resmi dari pihak TNI perihal klaim korban dan tudingan yang disampaikan TPNPB mengenai peristiwa di Yahukimo.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka
Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi
Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan
Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire
Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika
Kapolres Mimika Luruskan Jumlah Korban Penembakan Grasberg, Olah TKP Dilanjutkan
Polisi Limpahkan Kasus Pasangan Kekasih Pengedar Sabu ke Kejari Mimika
Jenazah Karyawan Freeport Korban Penembakan Grasberg Dipulangkan ke Bandung

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:35 WIT

Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka

Senin, 16 Maret 2026 - 12:26 WIT

Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:37 WIT

Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:22 WIT

Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire

Jumat, 13 Maret 2026 - 05:52 WIT

Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/