Bandara Mozes Kilangin Diproyeksikan Jadi Hub Indonesia Timur, Bupati Dorong Kelas I

Kevin Kurni

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Johannes Retob, diwawancarai awak media di Bandara Mozes Kilangin, Timika. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Bupati Mimika, Johannes Retob, diwawancarai awak media di Bandara Mozes Kilangin, Timika. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong pengembangan Bandara Mozes Kilangin sebagai bandara penghubung (hub) strategis di kawasan Indonesia Timur.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan komitmen tersebut saat meninjau langsung fasilitas bandara pada Minggu (29/3/2026).

Ia menyebut, meski hingga kini belum diresmikan secara khusus, pemerintah daerah berharap peresmian dapat dilakukan langsung oleh Presiden di Mimika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap peresmian bandara ini dapat dilakukan langsung oleh Presiden tahun ini. Proses pembangunan bandara ini panjang, mulai dari bandara khusus milik PT Freeport Indonesia hingga menjadi bandara umum,” ujar Johannes.

Secara klasifikasi, Bandara Mozes Kilangin saat ini berada pada kategori kelas II. Namun, menurut Johannes, fasilitas yang tersedia sudah melampaui standar bandara di kelas tersebut.

“Fasilitas bandara kelas 2 ini sudah melebihi dari pada kapasitas yang sebenarnya untuk kelas 2, ke depan kami Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Daerah memberikan dukungan penuh kepada UPBU, supaya bandara ini menjadi bandara kelas 1,” jelasnya.

Baca Juga :  Diduga Ngantuk, Remaja di Mimika Tewas Usai Kecelakaan Tunggal

Ia juga menilai bandara tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai hub penerbangan, tidak hanya di Papua tetapi juga di Indonesia Timur. Hal ini didukung oleh kapasitas terminal yang luas.

“Kalau digabungkan dengan terminal yang ada, luasnya bisa mencapai sekitar 40 ribu meter persegi. Ini mampu menampung hingga 2 juta penumpang per tahun,” katanya.

Saat ini, jumlah penumpang di Bandara Mozes Kilangin diperkirakan mendekati 1 juta orang per tahun. Untuk meningkatkan trafik, pemerintah daerah menargetkan pembukaan rute baru dan penguatan konektivitas antarwilayah.

Namun, Johannes mengakui sejumlah rute yang pernah dibuka sebelumnya belum berjalan optimal, seperti Timika–Langgur dan Timika–Wamena, yang diduga karena rendahnya tingkat keterisian penumpang.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata guna mendorong permintaan penerbangan.

“Yang harus kita kejar sama pemerintahan Kabupaten Maluku Tenggara dengan Timika, kita harus bekerja sama pariwisata, karena di Maluku Tenggara kan pariwisatanya luar biasa sebenarnya, mungkin kurang promosi, kurang lain-lain, yang membuat sehingga penumpangnya kurang (Timika-Maluku Tenggara),” ujarnya.

Baca Juga :  Insiden Penindakan di Tembagapura Sisakan Duka dan Perbedaan Keterangan

Di sisi lain, Pemkab Mimika juga tengah mengupayakan pembukaan rute baru, termasuk Timika–Jakarta dan Timika–Nabire yang direncanakan dilayani maskapai Batik Air.

Selain itu, terdapat rencana ekspansi rute oleh Air Asia yang akan menghubungkan Timika dengan sejumlah kota seperti Makassar dan Merauke.

“Kita masih menunggu proses perizinan. Harapannya ke depan konektivitas semakin baik dan masyarakat tidak perlu transit lama seperti sekarang,” katanya.

Saat ini, sebagian penerbangan masih mengharuskan penumpang transit di kota lain seperti Jayapura. Kondisi ini dinilai kurang efisien, sehingga pemerintah daerah mendorong pembukaan penerbangan langsung (direct flight).

Johannes optimistis, dengan dukungan berbagai pihak, Bandara Mozes Kilangin dapat berkembang menjadi pusat konektivitas dan penggerak ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mudik Lebaran di Timika Kondusif, PELNI Soroti Minimnya Fasilitas Pelabuhan
Tiket PELNI Diskon 30 Persen, Penumpang Diimbau Pesan Lebih Awal
Arus Mudik di Mimika Meningkat, Penumpang PELNI Naik 8 Persen
Momen Valentine 2026, Birdwing Pool & Cafe Hadir di Timika
Pelni Siapkan Tiga Kapal Layani Lonjakan Penumpang Jelang Nataru di Mimika
Ekspedisi Pendakian Puncak Carstensz 2025 Ditutup, SDM Lokal Tunjukkan Kualitasnya
Penerbangan ke Wilayah Gunung Mimika Dihentikan Sementara, Ini Alasannya
Puncak Arus Balik di Timika Diprediksi pada 6 dan 13 April 2025

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:10 WIT

Bandara Mozes Kilangin Diproyeksikan Jadi Hub Indonesia Timur, Bupati Dorong Kelas I

Jumat, 20 Maret 2026 - 03:50 WIT

Mudik Lebaran di Timika Kondusif, PELNI Soroti Minimnya Fasilitas Pelabuhan

Jumat, 20 Maret 2026 - 03:40 WIT

Tiket PELNI Diskon 30 Persen, Penumpang Diimbau Pesan Lebih Awal

Jumat, 20 Maret 2026 - 03:23 WIT

Arus Mudik di Mimika Meningkat, Penumpang PELNI Naik 8 Persen

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:01 WIT

Momen Valentine 2026, Birdwing Pool & Cafe Hadir di Timika

Berita Terbaru

Seorang pria ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah anak panah tertancap di tubuhnya di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, pada Minggu (29/3/2026) dini hari. (Foto: Istimewa)

Hukrim

Sadis! Pria di Mimika Tewas Ditembus Belasan Anak Panah

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:40 WIT

Situasi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. dok. Istimewa

Utama

Polisi dan Warga Beda Versi soal Situasi Kapiraya

Sabtu, 28 Mar 2026 - 19:45 WIT

Kapolsek Mimika Barat Inspektur Polisi Dua Muhamad Yani, berdialog dengan warga di Kapiraya, Mimika Barat Tengah. dok. Polsek Mimika Barat

Hukrim

Polisi Pastikan Tak Ada Pengungsian di Kapiraya

Sabtu, 28 Mar 2026 - 18:33 WIT