Polisi dan Warga Beda Versi soal Situasi Kapiraya

Ikbal Asra

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. dok. Istimewa

Situasi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. dok. Istimewa

Mimika – Klaim kondisi di Kapiraya, Mimika Barat Tengah, Papua Tengah, berbeda antara aparat kepolisian dan tokoh pemuda setempat. Polisi menyebut situasi aman dan terkendali, sementara warga menilai konflik telah memicu krisis kemanusiaan.

Kepolisian Sektor Mimika Barat memastikan situasi keamanan di wilayah Kapiraya, Mimika Barat Tengah, dalam kondisi aman dan terkendali. Ini disampaikan menyusul beredarnya laporan mengenai perpindahan warga dari tiga kampung, yakni Kapiraya, Wumuka, dan Wakia.

Kapolsek Mimika Barat Inspektur Polisi Dua Muhamad Yani, mengatakan tidak ada pengungsian massal seperti yang dikhawatirkan. Aktivitas warga tetap berjalan meski sempat terjadi konsentrasi massa di sejumlah titik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Situasi di Kapiraya dan sekitarnya dalam keadaan terkendali tanpa ada gangguan kamtibmas lainnya,” kata Yani saat dihubungi, Sabtu, 28 Maret 2026.

Baca Juga :  GALERI FOTO: Momen Pelaksanaan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026

Yani menjelaskan warga yang berada di kawasan Lopon bukan mengungsi, melainkan berkumpul sementara di lokasi yang dijadikan titik kumpul. Warga dari kilometer 4, khususnya yang berada di sekitar SD Negeri Inpres 2 Uta Kapiraya, disebut berkumpul di pelabuhan kilometer 0 Kapiraya.

“Mereka bukan mengungsi, hanya berkumpul di Lopon sebagai titik kumpul. Memang warga kilometer 4 yang dekat dengan sekolah banyak berkumpul di pelabuhan kilometer 0,” ujarnya.

Polisi telah mengimbau warga untuk kembali ke rumah masing-masing guna memastikan permukiman tidak kosong. Namun, sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi tersebut.

“Kami sudah sampaikan agar kembali ke rumah masing-masing dan memastikan rumah tetap dihuni. Namun mereka masih bertahan dengan alasan berkumpul. Kami pastikan keamanan tetap terjamin,” kata dia.

Untuk fasilitas umum, klaim Yani, layanan kesehatan di Puskesmas Kampung Uta dilaporkan tetap beroperasi normal. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SDN Inpres Uta 2 Kapiraya masih belum berjalan karena tenaga pengajar belum kembali bertugas.

Baca Juga :  Terjadi Lagi, 15 Napi Kabur dari Lapas Nabire

Sebelumnya diberitakan Galeripapua, Tokoh Pemuda Kapiraya Pius Minama menyebut situasi saat ini di Kapiraya telah memutus akses warga terhadap berbagai kebutuhan dasar. Aktivitas pendidikan, keagamaan, hingga pembangunan kampung dilaporkan terhenti total.

Pius berkata, sekolah-sekolah tidak lagi beroperasi, rumah ibadah ditinggalkan, dan proyek infrastruktur kampung tidak berjalan akibat kondisi yang tidak kondusif.

Selain itu, warga kehilangan sumber penghidupan karena tidak berani beraktivitas di lahan yang menjadi objek sengketa.

“Saat ini, kondisi kampung-kampung tersebut kosong. Kami butuh penjelasan transparan Tim Harmonisasi Kabupaten Mimika mengenai sudah sejauh mana upaya penyelesaian tapal batas Kapiraya,” tegas Pius.

Wartawan Galeri Papua, Ahmad berkontribusi dalam artikel ini.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?
Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman
Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta
Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat
Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar
Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 19:41 WIT

Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?

Minggu, 13 September 2026 - 19:15 WIT

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:40 WIT

BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:25 WIT

Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:18 WIT

Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat

Berita Terbaru

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Organisasi

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:43 WIT

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT