BBM Non Subsidi Turun Harga di Wilayah Papua dan Maluku

Ahmad

Minggu, 3 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para petugas SPBU di salah satu SPBU. (Foto: Istimewa/Humas PT Pertamina Patra Niaga)

Para petugas SPBU di salah satu SPBU. (Foto: Istimewa/Humas PT Pertamina Patra Niaga)

MIMIKA – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yaitu pertamax, pertamax turbo, dexlite, pertamax green, dan pertamina dex.

Turunnya harga BBM pertamax di wilayah Papua-Maluku kembali menjadi angin segar setelah sebelumnya bertengger di angka Rp14 ribu.

Dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima media ini, Minggu (3/12/2023), Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Edi Mangun, menjelaskan harga BBM non subsidi ini mulai turun terhitung sejak tanggal 1 Desember 2023 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata Edi, putusan penurunan harga BBM non subsidi ini tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM) nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen nomor 62/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum, Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Baca Juga :  Kantor Redaksi Jubi Dilempari Bom Molotov, 2 Mobil Operasional Terbakar

Edi melanjutkan, penyesuaian harga BBM non subsidi ini didasari oleh sejumlah aspek sehingga pertimbangan harga bersifat fluktuatif. Oleh karena itu, Pertamina secara berkala melakukan evaluasi untuk mengikuti tren dan mekanisme pasar.

“Tentu harga BBM non subsidi ini, Pertamina mempertimbangkan berbagai aspek, di antaranya minyak mentah, publikasi MOPS, dan Kurs,” ujar Edi.

Dia memastikan, harga BBM saat ini masih bisa bersaing dengan BBM dari perusahaan lain yang juga ikut menurunkan harga.

Disebutkan, untuk BBM subsidi pertalite dan solar dipastikan tidak mengalami penurunan harga. Harga BBM jenis pertalite masih Rp10 ribu per liter, sedangkan bio solar Rp6.800 per liter.

“Untuk BBM subsidi harganya masih sama, yang turun khusus BBM non subsidi,” jelas Edi.

Menurutnya, Pertamina Patra Niaga selalu berkomitmen dalam menyediakan pasokan BBM berkualitas diseluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga :  OPM Klaim Rampas Senjata dan Amunisi di Polsek Homeyo Intan Jaya

“Tidak hanya di kota-kota besar. Namun, ke seluruh pelosok negeri dengan harga yang kompetitif termasuk dalam wilayah kita Papua-Maluku,” tuturnya.

Edi mengimbau, apabila masyarakat membutuhkan informasi seputar harga BBM, produk Pertamina dan informasi yang diperlukan dapat mengecek link www.mypertamina.id, www.pertamina.com serta akun media sosial @mypertamina, @pertamina, dan juga dapat menghubungi Call Center 135.

Untuk selengkapnya, berikut daftar harga BBM non subsidi untuk wilayah Maluku hingga Papua sejak 1 Desember 2023.

Maluku Utara
Pertamax Rp13.950,-
Dexlite Rp15.900,-

Maluku
Pertamax Rp13.950,-
Dexlite Rp15.900,-

Papua
Pertamax Rp13.950,-
Pertamax Turbo Rp15.700,-
Dexlite Rp15.900,-

Papua Barat
Pertamax Rp13.950,-
Dexlite Rp15.900,-
Pertamina Dex Rp16.550,-

Papua Selatan
Pertamax Rp13.950,-
Dexlite Rp15.900,-

Papua Pegunungan
Pertamax Rp13.950,-
Dexlite Rp15.900,-

Papua Tengah
Pertamax Rp13.950,-
Dexlite Rp15.900,-

Papua Barat Daya
Pertamax Rp13.950,-
Dexlite Rp15.900,-
Pertamina Dex Rp16.550,-

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong
Gaun Biru Vina, Duta TIFA Asal Kamoro yang Bersinar di Panggung Nasional
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, “Search and Rescue Goes to School” Edukasi Pelajar di Mimika
IA-ITB Dorong Investasi dan Pengembangan SDM untuk Percepat Pembangunan Papua
Transaksi Rp627 Ribu yang Berujung PHK di Alfamidi Sentani
Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai
Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?
Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:47 WIT

Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIT

Gaun Biru Vina, Duta TIFA Asal Kamoro yang Bersinar di Panggung Nasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:42 WIT

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, “Search and Rescue Goes to School” Edukasi Pelajar di Mimika

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:02 WIT

IA-ITB Dorong Investasi dan Pengembangan SDM untuk Percepat Pembangunan Papua

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:32 WIT

Transaksi Rp627 Ribu yang Berujung PHK di Alfamidi Sentani

Berita Terbaru