MIMIKA — Sebuah video berdurasi 1 menit 16 detik beredar luas di grup WhatsApp, menampilkan sekelompok masyarakat yang mengaku memasuki kawasan Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Video itu merekam seorang pria berjaket hitam dan celana panjang warna khaki yang digulung hingga setengah lutut, berdiri bersama sekelompok orang lain.
Mereka terlihat memegang tiga papan putih yang diduga bertuliskan nama kampung baru di Kapiraya, yang dalam narasi mereka diklaim sebagai bagian dari distrik baru di Kabupaten Deiyai.
Pria dalam video tersebut menyatakan bahwa mereka sedang berada di Kampung Moroodadi, yang ia sebut sebagai wilayah Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai.
“Hari ini Senin, tanggal 17 November 2025 kami berada di Kampung Moroodadi, Distrik Kapiraya. Kami pemuda-pemuda sewilayah distrik baru dapat ada lima kampung, sudah tiga, kami sudah mendampingi dengan panutua baik dengan pengadilan,” ujarnya dalam video.
Ia menambahkan bahwa telah ada tim yang diturunkan ke Kampung Moroodadi untuk memasang papan nama kampung-kampung yang mereka klaim sebagai bagian dari wilayah baru tersebut.
“Jadi, bapak bupati kami sudah tahu, masyarakat menyampaikan terima kasih, itu saja kami sampaikan,” tutupnya.
Beredarnya video klaim tersebut muncul di tengah proses penyelesaian tapal batas antara Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Deiyai serta sejumlah kabupaten lainnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika sebelumnya menyampaikan bahwa upaya penyelesaian batas wilayah terus dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah daerah dan provinsi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mimika terkait video yang beredar.










