Buntut Penembakan Warga di Dogiyai, 69 Rumah Hangus Dibakar OTK

Jumat, 14 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah rumah di Dogiyai, Papua Tengah, dibakar orang tidak dikenal.

i

Sejumlah rumah di Dogiyai, Papua Tengah, dibakar orang tidak dikenal.

DOGOYAI – Puluhan rumah milik warga di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, dikabarkan hangus dibakar oleh sekelompok orang tidak dikenal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun GaleriPapua.com, aksi pembakaran tersebut berlangsung sejak Kamis (13/7/2023) malam pukul 19.15 waktu setempat hingga Jumat (14/7/2023) dini hari.

Aksi pembakaran itu diduga buntut dari tewasnya seorang warga bernama Yosia Keiya (20 tahun) yang ditembak oleh aparat kepolisian.

Kapolres Dogiyai, Kompol Sarraju Hutagalung, saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi pembakaran rumah tersebut.

Dikatakan bahwa ada sebanyak 69 rumah yang telah dibakar oleh OTK. Rata-rata rumah yang dibakar adalah rumah dengan jenis rumah petak.

Adapun rinciannya, 13 petak bangunan di jalan Tengah Kampung Tokapo, Distrik Kamu, 9 petak di pertigaan Kamu Selatan, 35 petak di kompleks Pasar Ikebo, Distrik Kamu, 8 petak di Jalan Trans Nabire – Enarotali, Kampung Ekimanida, Distrik Kamu, dan 4 petak bangunan yang berada di Kampung Kimupugi, Distrik Kamu tepatnya didepan Puskesmas Kabupaten Dogiyai.

Lebih lanjut Kompol Sarraju menyampaikan bahwa pihaknya hingga belum dapat mengidentifikasi korban pemilik rumah.

“Sampai saat ini kami belum bisa mengetahui identitas diri korban dikarenakan korban sudah pergi mengungsi,” ujar Sarraju via pesan singkat, Jumat (14/7/2023).

Baca Juga :  DPC Partai Gerindra Mimika Siapkan 50 Bacaleg untuk Pileg 2024, Target Minimal 8 Kursi

Sarraju juga menyebutkan bahwa kemungkinan jumlah yang telah didata bisa bertambah mengingat pihaknya belum bisa mengidentifikasi secara keseluruhan akibat situasi dan kondisi di Dogiyai belum sepenuhnya kondusif.

Sebelumnya telah beredar informasi di media sosial bahwa ada seorang warga atas nama Yosia Keiya (20 tahun) tewas ditembak oleh aparat saat sedang duduk di pinggir jalan Madopotumita, Dogiyai, Papua Tengah, Kamis (13/7/2023) siang.

Dalam narasi yang disebarkan oleh beberapa akun Facebook, dikatakan bahwa pada pukul 12.13 WIT, korban atas nama Yosia Keiya (20 tahun) ditembak tanpa alasan.

Sementara menurut penjelasan Kasi Humas Polres Dogiyai, Ipda Baba Halim, dikatakan bahwa kejadian tersebut berawal dari aksi pemalangan jalan yang dilakukan tujuh orang tak dikenal (OTK).

Disampaikan pada saat itu, sekitar pukul 10.23 WIT, personel Satgas Tindak Ops Damai Cartenz 2023 sektor Dogiyai DPP Ipda Crime Hunter Damar bersama 4 anggota Damai Cartensz bergerak dari posko Dogiyai menuju rumah sakit di Enarotali Paniai.

Baca Juga :  Penyerahan SK PPPK Guru di Mimika Masih Tertunda, Ini Alasannya

“5 Personel Satgas Damai Cartenz mau evakuasi salah satu rekannya yang sakit menuju ke rumah sakit Enarotali,” ujar Ipda Baba.

Namun, pada pukul 11.00 WIT ketika sampai di Kampung Idakebo, mobil personel Satgas Damai Cartenz dipalang oleh tujuh orang OTK. Salah satu anggota Satgas Damai Cartenz sempat keluar dari mobil untuk membubarkan aksi pemalangan tersebut.

“Tapi tiba-tiba ada yang lempar kapak ke mobil dan kena salah satu personel di bagian pelipis kiri. Mobil juga rusak, kaca pecah karena terkena kapak,” ungkapnya.

Melihat situasi tersebut, lanjut Ipda Baba, salah satu personel yakni Bripka Deavis Tulandi (Dantim CI) langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melemparkan kapak.

“Ketika dia kejar, masyarakat sudah mulai banyak di lokasi. Masyarakat juga teriak-teriak karena melihat (kejadian) itu,” tutur Ipda Baba.

“Bripka Deavis sempat melakukan perlawanan dengan 3 OTK yang mencoba merampas senjata dan karena dalam keadaan terdesak, Bripka Deavis melepaskan tembakan terhadap OTK tersebut dan mereka lari ke arah hutan,” imbuhnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”
Cipayung Mimika Serukan Persatuan KNPI Melalui Musdalub
Kiprah Papua Ultimate Frisbee Bumikan Olahraga Piring Terbang di Mimika
Sejumlah Kios di Jalan Yos Sudarso Timika Ludes Terbakar
Penyerahan SK PPPK Guru di Mimika Masih Tertunda, Ini Alasannya
2 Jenis BBM Ini Naik Harga, Pertamina: Bukan Karena PPN 12 Persen
Perubahan Iklim, Salju Abadi Kebanggaan Papua Bakal Hilang di 2026?
Patah Panah, Perang Saudara di Mimika Berakhir Damai

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:26 WIT

Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”

Rabu, 11 Juni 2025 - 17:57 WIT

Cipayung Mimika Serukan Persatuan KNPI Melalui Musdalub

Minggu, 9 Februari 2025 - 22:40 WIT

Kiprah Papua Ultimate Frisbee Bumikan Olahraga Piring Terbang di Mimika

Kamis, 9 Januari 2025 - 12:43 WIT

Sejumlah Kios di Jalan Yos Sudarso Timika Ludes Terbakar

Minggu, 5 Januari 2025 - 03:56 WIT

Penyerahan SK PPPK Guru di Mimika Masih Tertunda, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT