MIMIKA – Sebagai bentuk komitmen dalam mencerdaskan warga masyarakatnya, Pemerintah Kabupaten Mimika dalam tahun 2024 ini bakal membangun lagi satu perpustakaan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Dantje Nere, saat ditemui di Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Timika, Papua Tengah, Selasa (26/3/2024).
Dantje menjelaskan, saat ini, di beberapa distrik dan kampung telah terdapat perpustakaan, seperti di Distrik Kwamki Karama, Mapurujaya, dan Wania.
“Kwamki Narama, Wania, dan di Mapurujaya itu yang tahun kemarin sudah dibangun. Tahun ini, kita start untuk pelayanan di ketiga perpustakaan itu,” ujarnya.
“Tahun ini juga, kita bangun lagi satu perpustakaan. Saya lupa lokasinya, tapi ada. Mungkin kemarin kan sudah dibangun di kota, jadi tahun ini, kita geser lagi ke luar kota sedikit,” imbuhnya.
Dikatakan bahwa perpustakaan yang ada saat ini, yakni perpustakaan di Kwamki Narama, Wania, dan Mapurujaya akan menjadi percontohan untuk perpustakaan lainnya yang akan dibangun ke depan.
Adapun fasilitas sarana prasarana yang diberikan kepada masyarakat melalui perpustakaan yakni internet gratis dan juga ekslusifitas referensi literasi.
“Di sana, ada internet gratis, referensi literasinya juga gratis, dan itu pelayanannya di distrik karena kita harapkan dia jadi sentral supaya kalau orang mau cari bacaan referensi, bisa langsung ke sana. Referensi literasi di sana juga itu ekslusif, dalam artian tidak ada di google. Jadi, memang paten hanya ada di perpustakaan,” jelas Dantje.
Lebih lanjut menurut Dantje, saat ini, ada beberapa distrik yang sangat membutuhkan kehadiran perpustakaan.
“Kalau di Mimika sendiri kami melihat kebutuhan perpustakaan dari masyarakat memang lebih cenderung yang di area kota. Kemudian di Distrik Iwaka, Distrik Kuala kencana juga demikian. Di sana masyarakat sangat membutuhkan itu,” ungkapnya.
Untuk itu, secara bertahap, pihaknya akan membangun perpustakaan demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan.
Sosok yang pernah menjabat sebagai Kepala Distrik Tembagapura itu berharap, perpustakaan yang telah dibangun dan diserahkan dapat dipergunakan secara maksimal oleh pihak distrik.
“Untuk perpustakaan yang di distrik, itu kita berharap kepala distrik dan aparatnya bisa membuat tugas tambahan untuk mencerdaskan bangsa dengan mengurus perpustakaan itu,” tuturnya.
“Sebagai kepala distrik di situ ada tugas dan kewenangan atributif. Itu tugas atribut yang melekat karena ada pangkatnya di atas. Nah itu tugas-tugas tambahan, kewenangan-kewenangan yang dimiliki oleh seorang kepala distrik. Nah ini salah satunya dia harus ikut mencerdaskan masyarakat di sana,” pungkasnya.










