Fakta-fakta dalam Peristiwa Pembunuhan Guru di Yahukimo

Endy Langobelen

Minggu, 23 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III mengevakuasi korban pembunuhan di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa)

Tim Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III mengevakuasi korban pembunuhan di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa)

YAHUKIMO – Sejak Sabtu (22/3/2025) kemarin, informasi tentang peristiwa pembunuhan guru di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, beredar luas di berbagi media.

Informasi simpang siur yang tersebar secara umum menyampaikan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua telah membunuh sebanyak enam guru dengan cara dibakar dibakar hidup-hidup.

Kendati demikian, informasi liar tersebut nyatanya tidak sepenuhnya benar. Beberapa fakta terungkap setelah dilakukan evakuasi korban pada Minggu (23/3/2025). Berikut fakta-fakta yang telah dirangkum Galeripapua.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu Korban yang Meninggal Dunia

Berdasarkan data hasil proses evakuasi korban yang dilakukan Tim Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III pada Minggu pagi, dipastikan bahwa korban meninggal dunia berjumlah satu orang.

Korban meninggal dunia atas nama Rosalina, usia 30 tahun. Ia ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan akibat tindakan kekerasan.

Adapun 6 korban yang mengalami luka-luka. 3 orang luka berat akibat benda tajam atas nama Vidi, Cosmas, dan Tari. Sementara 3 orang lainnya mengalami luka ringan atas nama Vanti, Paskalia dan Irmawati.

Baca Juga :  TPNPB-OPM Minta Indonesia Berunding Hentikan Konflik Bersenjata di Papua

SD YPK Distrik Anggruk, tempat para guru mengajar pun telah dalam kondisi hangus terbakar.

Jenazah Rosalina Dievakuasi ke Bandara Dekai

Jenazah korban Rosalina telah dievakuasi ke Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan dan akan diberangkatkan Jayapura, Papua.

Hal itu disampaikan Dansatgas Rajawali II Koops TNI Habema Kogabwilhan III, Letkol Inf Gustiawan.

“Jenazah korban berhasil dibawa ke Bandara Dekai Kabupaten Yahukimo untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ujarnya.

Belum Ada Klarifikasi Kapendam Soal Pernyataan 6 Korban Dibakar Hidup-hidup

Sebelumnya, pada Sabtu malam, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan, telah menerbitkan siaran pers berjudul “OPM Biadab, OPM Penjahat Kemanusiaan Bunuh Bakar Guru dan Tenaga Kesehatan, Bakar Sekolah dan Rumah Guru”.

Dalam rilis tersebut, Kapendam menyampaikan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau yang disebut KKB oleh polisi telah membunuh dan membakar hidup-hidup 6 orang guru.

Baca Juga :  Dua Korban Insiden Wet Muck di GBC Freeport Ditemukan Meninggal Dunia

“OPM penjahat kemanusiaan ini benar-benar sangat biadab tidak berprikemanusiaan telah membunuh dan membakar hidup-hidup 6 orang guru, membakar gedung sekolah serta rumah guru. Bahkan memeras dan merampok uang masyarakat di sekitarnya. Mana keadilan HAM para korban ini,” ungkap Kapendam.

Hingga saat ini, Kapendam belum memberikan klarifikasi soal pernyataan keliru yang diterbitkannya terkait 6 guru telah dibunuh dan dibakar hidup-hidup.

Sejumlah Guru dan Tenaga Kesehatan Mengungsi ke Jayapura

Untuk diketahui, akibat dari peristiwa ini pembunuhan ini, sejumlah guru dan tenaga kesehatan di Kabupaten Yahukimo memutuskan untuk mengungsikan diri ke Jayapura melalui Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

“Hari ini, Sabtu (22/3) telah diungsikan para guru dan tenaga kesehatan dari Distrik Heriyapini, Distrik Kosarek, Distrik Ubalihi, Distrik Nisikni, Disteik Walma dan Distrik Kabiyanggama, Kabupaten Yahukimo menggunakan pesawat Adventist Aviation berjumlah 58 orang, 4 anak-anak dan 1 warga sipil melalui bandara Wamena,” kata Kapendam Sabtu kemarin.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka
Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi
Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan
Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire
Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika
Kapolres Mimika Luruskan Jumlah Korban Penembakan Grasberg, Olah TKP Dilanjutkan
Polisi Limpahkan Kasus Pasangan Kekasih Pengedar Sabu ke Kejari Mimika
Jenazah Karyawan Freeport Korban Penembakan Grasberg Dipulangkan ke Bandung

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:35 WIT

Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka

Senin, 16 Maret 2026 - 12:26 WIT

Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:37 WIT

Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:22 WIT

Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire

Jumat, 13 Maret 2026 - 05:52 WIT

Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/