TPNPB-OPM Minta Indonesia Berunding Hentikan Konflik Bersenjata di Papua

Endy Langobelen

Senin, 8 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

MIMIKA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) meminta Pemerintah Indonesia untuk segera membuka perundingan guna menyelesaikan konflik bersenjata yang telah sekian lama terjadi di tanah Papua.

Permintaan itu disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB per tanggal 8 April 2024.

Siaran pers tersebut diawali dengan laporan peristiwa kontak tembak antara TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dan aparat militer Indonesia di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Senin (8/4/2024).

Kontak tembak itu mengakibatkan dua orang anak menjadi korban yakni Nando Duwitau berusia 12 tahun meninggal dunia dan Nepina Duwitau berusia 6 tahun dalam keadaan kritis di RSUD Sugapa.

“Baku tembak yang terjadi selama 2 jam di Sugapa mengakibatkan dua orang anak Sekolah Dasar menjadi korban penembakan,” ujar Sebby.

Lebih lanjut Sebby menyampaikan bahwa aksi baku tembak yang terus-menerus terjadi di Papua disebabkan oleh persoalan politik antara Pemerintah Indonesia dan orang Papua yang selama ini tak pernah diselesaikan kedua belah pihak.

Oleh sebab itu, guna menyelesaikan konflik bersenjata yang berkepanjangan, TPNPB-OPM meminta Indonesia untuk membuka ruang perundingan.

Baca Juga :  Kasus Korban Salah Tangkap di Mimika, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

“TPNPB menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk segera melakukan pembicaraan damai dengan seluruh rakyat Papua agar konflik bersenjata yang terjadi di tanah Papua antara kami dan militer Indonesia bisa diselesaikan dan harus dimediasi oleh PBB,” tegas Sebby.

“Jika Indonesia biarkan hal ini terus terjadi, maka warga sipil yang akan terus menjadi korban selama konflik terjadi. Ini yang harus dipertimbangkan oleh negara indonesia untuk mengakhiri konflik di tanah Papua,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika
Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika
Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror
Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror
Kunjungi Resort Milik OAP di Nabire, Araminus Omaleng Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja
Polisi Tetapkan 3 Tersangka atas Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Mimika
Kasus Sajam di Kwamki Narama: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 5 Dipulangkan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:25 WIT

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Minggu, 13 September 2026 - 18:14 WIT

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Rabu, 9 September 2026 - 23:22 WIT

Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror

Rabu, 9 September 2026 - 22:16 WIT

Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror

Rabu, 9 September 2026 - 21:00 WIT

Kunjungi Resort Milik OAP di Nabire, Araminus Omaleng Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT

Suasana di sekitar lokasi kejadian saat dikerumuni warga setempat dan polisi pada Sabtu malam, 12 September 2026. (Foto: Polres Mimika)

Hukrim

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:14 WIT