Freeport dan Masyarakat Kolaborasi Pulihkan Ekosistem Pesisir Mimika

Kevin Kurni

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Dari kiri) Vice President Environmental PT Freeport Indonesia, Gesang Setyadi; Wakil Bupati, Emanuel Kemong; Bupati Mimika, Johannes Rettob; dan Direktur Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus wamafma dalam acara Expo Lingkungan di Halaman Eme Neme Yauware. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

(Dari kiri) Vice President Environmental PT Freeport Indonesia, Gesang Setyadi; Wakil Bupati, Emanuel Kemong; Bupati Mimika, Johannes Rettob; dan Direktur Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus wamafma dalam acara Expo Lingkungan di Halaman Eme Neme Yauware. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal dalam berbagai program rehabilitasi kawasan pesisir dan revegetasi lahan bekas tambang di Kabupaten Mimika.

Vice President Environmental PTFI, Gesang Setyadi, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program lingkungan yang dijalankan perusahaan.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri pembukaan Expo Lingkungan Hidup yang digelar di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Jumat (5/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Gesang, saat ini PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan sekitar 70 kontraktor yang terlibat dalam berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan, mulai dari kawasan tambang Grasberg hingga wilayah pesisir Mimika.

“Kami melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Kami mempunyai 70 kontraktor dari Tambang Gresberg sampai ke daerah pesisir,” ujarnya.

Baca Juga :  PMII dan GMNI Mimika Galang Dana untuk Korban Bencana Alam

Khusus di kawasan pesisir, perusahaan menggandeng sekitar 27 pengusaha lokal yang berasal dari lima kampung terdampak, yakni Nawaripi, Koperapoka, Tipuka, Ayuka, dan Nayaro.

Mereka berperan dalam berbagai program rehabilitasi lingkungan, termasuk pembangunan struktur bambu yang berfungsi untuk menahan sedimen di wilayah pesisir.

“Mereka membantu kami untuk mengelola daerah pesisir dengan cara membangun struktur dari bambu panjangnya 2,7 km, kita sudah bangun 8,4 km,” jelasnya

Menurutnya, keberadaan struktur tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan ekosistem pesisir karena mampu menahan sedimen yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai media pertumbuhan mangrove.

“Dari struktur ini akan tertahan sedimen-sedimen yang nantinya ditanami dengan mangrove,” ujarnya

Hingga saat ini, PT Freeport Indonesia telah melakukan penanaman mangrove di area seluas lebih dari 2.100 hektare di wilayah pesisir Mimika.

Program tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan terdampak aktivitas pertambangan.

Baca Juga :  Kekurangan Tenaga Pokja, Banyak Kegiatan Pemkab Mimika Belum Dilaksanakan

Selain rehabilitasi pesisir, perusahaan juga menjalankan program revegetasi di sejumlah lokasi bekas aktivitas pertambangan yang telah melalui proses stabilisasi lahan.

“Di atas juga kami sudah menanam di lokasi-lokasi yang dulu bekas penambangan, kemudian kita stabilkan. Kita sudah tanam sekitar 600 hektare dengan tanaman-tanaman lokal,” katanya

Menurutnya, keberhasilan program lingkungan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan investasi perusahaan, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat yang hidup di sekitar wilayah operasional.

“Kami merasa bahwa keterlibatan masyarakat ini sangat penting dalam pengelolaan lingkungan,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat, PT Freeport Indonesia berharap berbagai program rehabilitasi lingkungan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi kelestarian ekosistem maupun bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Freeport Ajak 200 Mahasiswa UNCEN Belajar Teknologi Tambang Modern
Freeport Konfirmasi Penembakan di MP 60 Mimika, Akses Tembagapura Ditutup
Freeport Bekali 1.035 Mahasiswa KKN Uncen Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika
40 Mama-Mama Kamoro Ikuti Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Pangan Lokal
Pemkab Mimika, Freeport, dan YPMAK Perkuat Kolaborasi Pastikan Masyarakat Mimika Sejahtera
Freeport Gelontorkan Triliunan Rupiah per Tahun untuk Kelola Tailing
Kolaborasi Freeport dan Pemkab Mimika Dalam Peringatan Hari Lingkungan Sedunia Lewat Pameran

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:38 WIT

Freeport Ajak 200 Mahasiswa UNCEN Belajar Teknologi Tambang Modern

Rabu, 2 September 2026 - 14:34 WIT

Freeport Konfirmasi Penembakan di MP 60 Mimika, Akses Tembagapura Ditutup

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:53 WIT

Freeport Bekali 1.035 Mahasiswa KKN Uncen Manajemen Keselamatan dan Kesehatan

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:39 WIT

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:15 WIT

40 Mama-Mama Kamoro Ikuti Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Pangan Lokal

Berita Terbaru