Jubir OPM Sebut Edison Gwijangge Pengkhianat Bangsa Papua: “Kami Kutuk dan Tolak Semua Pernyataannya”

Endy Langobelen

Rabu, 18 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video TPNPB-OPM)

i

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video TPNPB-OPM)

NDUGA — Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Edison Gwijangge yang ia sebut sebagai “pengkhianat bangsa Papua.”

Pernyataan itu disampaikan lewat video yang dikeluarkan Menajemen Markas Pusat TPNPB, menanggapi video Edison yang beredar di media sosial pada 17 Juni 2025.

Dalam pernyataannya, Sebby menyebut Edison sebagai sosok yang tidak mewakili perjuangan rakyat Papua dan bahkan mendukung program genosida terhadap orang asli Papua.

“Pernyataan dia itu adalah pernyataan penjahat. Dia bukan pejuang Papua merdeka, dia adalah pengkhianat, tidak jauh beda dengan binatang,” ujar Sebby dengan nada keras.

Tegaskan Klaim Terkait Pembebasan Pilot

Sebby turut menanggapi klaim Edison bahwa pembebasan pilot Susi Air oleh Egianus Kogoya dilakukan murni demi kemanusiaan.

Baca Juga :  Operasi Militer Nduga saat Hari HAM, DPRK dan Tokoh Pemuda Soroti Nasib Warga Sipil

Ia membantah hal tersebut dan mengklaim bahwa keputusan itu diambil berdasarkan strategi yang disusun oleh TPNPB agar mendapatkan “kredit poin” di mata internasional, bukan untuk memberi keuntungan diplomatik kepada Indonesia.

“Tidak ada itu demi kemanusiaan seperti yang dia bilang. Semua sudah kami diskusikan lewat video call dengan Egianus, termasuk tanggal 24 dan 26. Ada proposal dan pertimbangan keuntungan. Itu strategi, bukan belas kasihan,” terang Sebby.

Serangan Pribadi dan Ancaman Terbuka

Pernyataan Sebby juga dipenuhi kecaman dan serangan langsung terhadap Edison, yang ia tuding telah menerima jabatan dari pemerintah Indonesia pasca pembebasan pilot. Ia bahkan melontarkan kutukan keras.

“Kami kutuk Anda supaya meninggal cepat. Roh leluhur kami akan ambil nyawamu,” kata Sebby.

Tak hanya itu, Sebby juga mengklaim bahwa Edison telah masuk daftar buronan bangsa Papua dan menegaskan bahwa semua pengkhianat akan dikejar, bahkan jika kemerdekaan Papua telah tercapai.

Baca Juga :  Aktivis HAM: Ketua DPRD dan Komisi di Mimika Harus Diisi OAP

“DPO kami itu DPO bangsa Papua. Merdeka pun kami akan cari dan tangkap pengkhianat. Bukan cuma orang Nduga yang kejar kamu,” ancamnya.

Tegaskan Komitmen TPNPB

Sebby menggarisbawahi bahwa perjuangan TPNPB tidak terbatas pada wilayah atau suku tertentu, melainkan untuk seluruh bangsa Papua yang terdiri dari lebih dari 270 suku.

Ia juga menolak anggapan bahwa dirinya tinggal di luar negeri, dan menyatakan bahwa ia masih berada di tanah Papua.

“Papua itu satu pulau. Kami ini masih di tanah leluhur kami. Kami berjuang dari bumi ini, bukan dari luar negeri seperti yang dituduhkan Edison,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN
Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group
Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi
Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke
Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong
Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua
Masyarakat Adat di Mimika Barat Jauh Tolak Sawit PT TAS, Soroti Ancaman Ruang Hidup
Aksi Damai di Mimika, Massa Tuntut Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:32 WIT

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:25 WIT

Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:14 WIT

Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:36 WIT

Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:15 WIT

Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT