Keluarga Korban Lakalantas Blokade Jalan di Check Point 28 Mimika

Endy Langobelen

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga korban memalang jalan di depan Check Point 28 Mimika dengan membakar ban. (Foto: Istimewa/Deni)

i

Keluarga korban memalang jalan di depan Check Point 28 Mimika dengan membakar ban. (Foto: Istimewa/Deni)

MIMIKA – Keluarga korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) FO melakukan pemalangan jalan di Check Point (CP) 28, Selasa (10/6/2025), sebagai bentuk protes atas ketidakhadiran pemilik kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Aksi pemalangan yang berlangsung sekitar pukul 17.00 WIT ini dipicu oleh kekesalan keluarga korban yang merasa kecewa karena pemilik kendaraan perusahaan, GO, tidak hadir saat jenazah korban disemayamkan di rumah duka hingga dimakamkan.

Sejumlah warga yang tergabung dalam aksi tersebut membakar ban bekas di sekitar bundaran Check Point 28 yang terletak di Jalan Freeport Lama, atau dekat Bandara Lama Mozes Kilangin, Mimika.

Baca Juga :  Pelaku Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Harus Dihukum

Mereka menuntut agar pihak terkait, khususnya pemilik mobil, bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Untuk diketahui, FO meninggal dunia setelah menabrak mobil Mitsubishi Triton yang terparkir di pinggir jalan dekat Check Point 28, Senin (9/6/2025) sekitar pukul 20.00 WIT.

Menurut informasi, FO yang sedang mengendarai sepeda motor dari arah Kwamki menuju Timika, kehilangan kendali dan menabrak bagian belakang mobil tersebut, menyebabkan dirinya terjatuh ke aspal.

Baca Juga :  Demo di Bandung, Mahasiswa Papua Tuntut Hak Penentuan Nasib Sendiri dan Hentikan Operasi Militer

Warga setempat sempat membantu dan mengevakuasi korban ke RSMM Caritas, namun FO menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan.

Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Boby Pratama, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah mengarahkan agar dilakukan mediasi antara keluarga korban dan pemilik kendaraan di Polsek Miru.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua
Masyarakat Adat di Mimika Barat Jauh Tolak Sawit PT TAS, Soroti Ancaman Ruang Hidup
Aksi Damai di Mimika, Massa Tuntut Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama
Tokoh Pemuda di Mimika Desak Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama
Aktivis Mimika Desak Perda Khusus Lindungi Komoditas Lokal, Ancam Aksi Besar
Momentum Natal, Kepala Suku Serukan Perdamaian di Tengah Konflik Kwamki Narama
Pondok Natal “Honai Suka Cita” di Wamena Angkat Luka Papua Lewat Instalasi Seni
Aksi Teatrikal Greenpeace Soroti PSN Tebu Merauke, Suarakan Perampasan Wilayah Adat Papua

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:28 WIT

Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:30 WIT

Masyarakat Adat di Mimika Barat Jauh Tolak Sawit PT TAS, Soroti Ancaman Ruang Hidup

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:21 WIT

Aksi Damai di Mimika, Massa Tuntut Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:33 WIT

Tokoh Pemuda di Mimika Desak Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:55 WIT

Aktivis Mimika Desak Perda Khusus Lindungi Komoditas Lokal, Ancam Aksi Besar

Berita Terbaru

Tiga eks anggota TPNPB-OPM yakni Kataw Kulua (26 tahun), Yaikinus Murib (23 tahun), dan Lois Murib (28 tahun), berikrar setia kepada NKRI.(Foto: Istimewa/Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya)

Hukrim

Tiga Eks TPNPB-OPM Kodap Sinak Ikrar Setia kepada NKRI

Senin, 19 Jan 2026 - 20:04 WIT