Jumlah Penduduk Miskin di Papua Menurun Jadi 26,56 Persen

Sabtu, 23 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina

i

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina

JAYAPURA – Persentase jumlah penduduk miskin di Papua selama enam bulan terakhir mengalami penurunan sebesar 0,82 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina di Jayapura pada beberapa waktu lalu seperti yang dilansir dari situs resmi Pemerintah Provinsi Papua.

“Pada September 2021 persentase penduduk miskin sebesar 27,38 persen atau sebanyak 944.490 jiwa. Sementara pada bulan Maret 2022 turun menjadi 26,56 persen atau sebanyak 922.120 jiwa,” ujarnya.

Baca Juga :  DPMPTSP Kabupaten Mimika Bakal Miliki Gedung Kantor Baru

Kendati demikian, persentase penduduk miskin untuk daerah perkotaan di Papua meningkat sebanyak 0,08 persen. Dari yang sebelumnya 4,94 persen, naik mencapai 5,02 persen pada Maret 2022.

“Sedangkan di kawasan perdesaan turun sebanyak 1,11 persen poin menjadi 35,39 persen,” ungkapnya.

Menurut Adrianan, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun perdesaan, jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.

“Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2022 untuk daerah perkotaan sebesar 67,42 persen. Sementara untuk perdesaan sebesar 78,40 persen,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Mulai Profiling ASN, Prioritaskan Pejabat Struktural dan Pemegang Pangkat Tinggi

Lebih lanjut Adriana menyebutkan, komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap Garis Kemiskinan Provinsi Papua di daerah perkotaan adalah beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, dan ikan tongkol atau tuna atau cakalang.

“Kalau komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap Garis Kemiskinan di perdesaan adalah ketela rambat atau ubi, beras, rokok kretek filter, daging babi, dan ketela pohon,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRIDA Mimika Buka Akses Riset Daerah, Gandeng Perguruan Tinggi Lokal
BRIDA serta Kementerian Haji dan Umrah Resmi Gabung MPP Mimika
Pembagian DPA Pemkab Mimika Direncanakan Bersamaan Pelantikan Pejabat
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
Kick Off RKPD 2027 Resmi Dimulai, Mimika Fokus Pendidikan hingga Ketahanan Pangan
BRIDA Mimika Mulai Aktif, Siap Buka Layanan Riset dan Inovasi di MPP
Terima Keluhan Warga, Kadistrik Wania Janji Bawa Masalah Infrastruktur ke Pemkab
Jembatan Rusak di Distrik Tembagapura, Ini Tanggapan Kadis PUPR

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:58 WIT

BRIDA serta Kementerian Haji dan Umrah Resmi Gabung MPP Mimika

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:56 WIT

Pembagian DPA Pemkab Mimika Direncanakan Bersamaan Pelantikan Pejabat

Selasa, 27 Januari 2026 - 00:30 WIT

Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur

Senin, 26 Januari 2026 - 16:01 WIT

Kick Off RKPD 2027 Resmi Dimulai, Mimika Fokus Pendidikan hingga Ketahanan Pangan

Senin, 26 Januari 2026 - 15:57 WIT

BRIDA Mimika Mulai Aktif, Siap Buka Layanan Riset dan Inovasi di MPP

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT