MALUKU TENGGARA — Desa Ohoililir, Kecamatan Menyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, bersiap menjadi pusat perayaan seni dan kreativitas pesisir melalui Kei Art Festival (KASTIL) 2025.
Event yang akan digelar pada 30 Desember 2025 ini menjadi festival seni perdana di Kei yang diinisiasi oleh TIFA Creative bersama masyarakat Desa Ohoililir.
Ketua Panitia KASTIL 2025, Ateng Letsoin, mengatakan festival ini lahir dari gagasan Ketua Tim TIFA Creative, Alfo Smith, yang kemudian dikolaborasikan bersama Pemerintah Desa Ohoililir sejak awal Desember 2025.
“Kegiatan ini sudah direncanakan sejak awal Desember bersama Bapak Kepala Desa Ohoililir. Kami ingin menghadirkan festival seni yang menjadi ruang ekspresi anak muda sekaligus memperkenalkan potensi budaya Kei,” ujar Ateng.
KASTIL 2025 dirancang sebagai festival tahunan yang ke depan ditargetkan masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN).
Sejumlah pihak turut memberikan dukungan, mulai dari Wakil Ketua DPRD Maluku Tenggara, Bupati Maluku Tenggara, Kementerian Kebudayaan, hingga masyarakat dan pemuda Ohoililir.
Sehari Penuh Panggung Seni dan Hiburan
Festival ini akan berlangsung selama satu hari, mulai pukul 13.00 WIT hingga selesai, dengan beragam pertunjukan seni dan hiburan. Pengunjung akan disuguhkan penampilan tarian tradisional, dance modern, puisi, rap, nyanyi solo, hingga fashion show.

Sejumlah artis dari Papua turut memeriahkan KASTIL 2025, di antaranya Atta Philips, Introvocal Shine of Black, dan Nachyta. Selain itu, penampilan dance dari Genas—yang tengah viral—akan menjadi salah satu daya tarik utama.
“Penampilan spesial nanti adalah Genas yang akan menutup rangkaian pertunjukan seni, kemudian dilanjutkan dengan artis-artis dari Papua sebagai penutup acara,” jelas Ateng.
Dari Maluku sendiri, panitia juga menghadirkan satu artis lokal yang tampil bersama anaknya, sebagai simbol keterlibatan lintas generasi dalam festival ini.
Tak hanya itu, di panggung KASTIL juga bakal ada banyak penampilan menarik dari sejumlah sanggar dan grup seni maupun seniman individu dari Maluku Tenggara, seperti Matahari Merah, Engki Ranwarin, Elken Yanwarin, Joti Almira Solo, Kram Otak, The Sister, Vloura, dan Ohoimel Ukulele.
Kemudian ada juga Sanggar Ohoitel, Sanggar Kepa (STIS), Kiki Solo, Samra Moderen (Remas Ataqua Kiom, Sanggar Kepi, Dede Renhoran, Spotlight, Yakuza Dance, Locko Fareck Crew, Emil Crew, Pregenza, Geupan_Gang, dan Inces MCF.
Ruang Kreatif dan UMKM Lokal
Tak hanya hiburan, KASTIL 2025 juga menghadirkan Creative Talk and Sharing Session dengan tema “Harmoni Alam Pesisir dan Senyum Kebahagiaan Bersinergi Membangun Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Berkelanjutan”.

Sesi ini menjadi ruang diskusi tentang masa depan budaya dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Dua sanggar seni turut ambil bagian, masing-masing berasal dari Kei dan Kepi, Papua Selatan. Sementara itu, tiga pelaku UMKM masyarakat Ohoililir akan memamerkan produk kreatif berupa pakaian dan kerajinan tangan berbahan alami.
Mengusung Konsep Ramah Alam
Menariknya, KASTIL 2025 mengusung konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami dari sekitar lokasi.
Panitia bersama warga bergotong royong mendekorasi panggung, mulai dari pemasangan sound system hingga anyaman daun kelapa yang dibuat langsung oleh ibu-ibu desa.
“Kami berusaha menggunakan bahan-bahan alami langsung dari alam sekitar,” kata Ateng. Hingga saat ini, persiapan acara telah mencapai 85 persen.
Terbuka untuk Umum, Hadiah untuk Maluku Tenggara
KASTIL 2025 terbuka untuk umum dan menjadi hadiah akhir tahun bagi masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara. Panitia mengajak seluruh warga untuk hadir dan meramaikan festival ini.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Maluku Tenggara untuk datang dan menyaksikan langsung KASTIL 2025. Dukungan dan kehadiran masyarakat sangat berarti bagi kami,” tutup Ateng.
Dengan semangat kolaborasi, seni, dan keberlanjutan, KASTIL 2025 diharapkan menjadi tonggak baru bagi geliat budaya dan ekonomi kreatif di Kepulauan Kei. Jangan lewatkan kemeriahan Kei Art Festival 2025 di Desa Ohoililir!














