Kontak Tembak di Nduga: OPM Klaim Tewaskan 1 Anggota TNI dan Rampas Senjata

Endy Langobelen

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

NDUGA — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan seorang anggota militer Indonesia di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis (8/1/2026).

Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang disebarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

Dalam pernyataannya, Sebbby menyebut aksi itu dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma yang dipimpin Mayor Yibet Gwijangge.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Batalyon Yuguru, Mayor Yibet Gwijangge dari markasnya di Nduga bahwa pada hari Kamis, 8 Januari 2025 sekitar jam 08.00 telah terjadi penyerangan dan penembakan yang dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma,” ujar Sebby.

“…mengakibatkan seorang aparat militer Indonesia tewas serta terjadi perampasan satu pucuk senjata laras panjang, lima magasin terisi peluru lengkap dan sebuah HT atau alat komunikasi satelit,” imbuhnya.

Baca Juga :  Misteri Pembunuhan Sadis di Mimika Terungkap, 3 Terduga Pelaku Ditangkap

Dari laporan yang diterima, Sebby juga menyampaikan bahwa tidak ada korban dari pihak mereka dalam peristiwa itu.

Sementara itu, Komandan Batalyon Yuguru, Mayor Yibet, menuding adanya pelanggaran hukum humaniter internasional yang dilakukan oleh militer Indonesia.

“Presiden RI Prabowo Subianto dan militer Indonesia yang menamakan pos titik kuat Yuguru telah melanggar hukum Humaniter Internasional dan mereka telah melanggar hukum perang Konvensi Jenewa 1949 yang di mana hukum Humaniter Internasional melarang menembak rakyat sipil, dilarang membakar rumah sakit dan Gereja,” tandasnya.

“Akan tetapi tentara Indonesia telah melanggar hukum Humaniter Internasional dengan menguasai tempat warga sipil di Yuguru dengan pos militer Indonesia lebih dari 6 pos di daerah Yuguru maka kami TPNPB batalyon Yuguru menembak dan merampas senjata dari pasukan Prabowo Subianto,” lanjutnya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Komandan Kompi KKB Yahukimo di Dekai

Polda Papua Benarkan Adanya Kontak Tembak

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, membenarkan adanya peristiwa kontak tembak di wilayah tersebut.

“Infonya ada (kejadian kontak tembak). TNI. Silakan konfirmasi langsung ke TNI,” kata Cahyo Sukarnito saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis malam.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI.

Galeripapua.com telah berupaya mengonfirmasi kepada Kapendam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Inf Tri Purwanto, namun belum mendapatkan respons.

Ucapan Duka Beredar di Media Sosial

Unggahan di media sosial Facebook tentang ucapan duka atas gugurnya anggota TNI asal NTT di Papua. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar media sosial Facebook)
Unggahan di media sosial Facebook tentang ucapan duka atas gugurnya anggota TNI asal NTT di Papua. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar media sosial Facebook)

Sementara itu, di media sosial Facebook, sejumlah akun dan grup mengunggah ucapan duka atas gugurnya seorang prajurit TNI yang disebut berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bertugas di Papua.

Unggahan-unggahan tersebut menampilkan foto wajah korban dengan keterangan seragam: “Salah satu anggota TNI yang berasal dari NTT gugur lagi saat bertugas di Papua.”

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan
Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire
Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika
Kapolres Mimika Luruskan Jumlah Korban Penembakan Grasberg, Olah TKP Dilanjutkan
Polisi Limpahkan Kasus Pasangan Kekasih Pengedar Sabu ke Kejari Mimika
Jenazah Karyawan Freeport Korban Penembakan Grasberg Dipulangkan ke Bandung
OPM Angkat Bicara Soal Penembakan Karyawan Freeport di Grasberg
Begini Kronologi Singkat Penembakan di Area Tambang Grasberg

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:37 WIT

Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:22 WIT

Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire

Jumat, 13 Maret 2026 - 03:20 WIT

Kapolres Mimika Luruskan Jumlah Korban Penembakan Grasberg, Olah TKP Dilanjutkan

Jumat, 13 Maret 2026 - 01:42 WIT

Polisi Limpahkan Kasus Pasangan Kekasih Pengedar Sabu ke Kejari Mimika

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:04 WIT

Jenazah Karyawan Freeport Korban Penembakan Grasberg Dipulangkan ke Bandung

Berita Terbaru

Pertandingan Persido Dogiyai melawan Persemi Mimika pada babak penyisihan Grup A Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah di Stadion Wania Imipi, SP 1, Mimika, Jumat (13/3/2026). (Foto: Fernando Rio)

Olahraga

Libas Persemi 2-1, Persido Dogiyai Juara Grup A

Jumat, 13 Mar 2026 - 20:53 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/