Korban Bentrok di Kwamki Narama Mimika Bertambah: 4 Tewas, Puluhan Luka-luka

Ahmad

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ritual adat pembakaran mayat korban bentrok dua kelompok warga di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat (5/12/2025). (Foto: Istimewa/Dok. Polsek Kwamki Narama)

Ritual adat pembakaran mayat korban bentrok dua kelompok warga di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat (5/12/2025). (Foto: Istimewa/Dok. Polsek Kwamki Narama)

MIMIKA – Korban meninggal dunia dalam peristiwa bentrok dua kelompok warga di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bertambah.

Bentrok yang kembali pecah pada Kamis, 4 Desember 2025, itu telah menambah dua korban tewas setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Total korban meninggal kini berjumlah empat orang.

Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (5/12/2025), menyebutkan bahwa dua orang yang meninggal dunia bernama Tenianus Kiwak dan Doteu Komangal. Mereka merupakan anggota dari kelompok atas (pihak pelaku).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini (kedua korban meninggal dunia,red) dari pihak pelaku. Kemarin pagi jam itu satu korban meninggal dunia (MD) dibakar, terus sorenya ada beberapa korban yang dibawa lari ke RSUD, namun sampai di sana satu korban dinyatakan meninggal—yang terkena panah di dada,” kata Ipda Yusak.

Baca Juga :  Tampil Sederhana Tanpa Pengawalan, Alex Omaleng Blusukan ke Kampung

“Terus yang berikutnya lagi yang terkena panah di pelipis tadi pagi rencana mau dirujuk ke Jayapura untuk operasi namun tidak tertolong terus meningal di RSUD Mimika,” tambahnya.

Lanjut dikatakan, untuk korban yang meninggal dunia akibat terkena anak panah pada Jumat pagi telah dibawa ke lokasi bentrok dan telah dilakukan ritual adat pembakaran mayat.

Begitupun dengan korban yang meninggal setelah terkena panah di bagian pelipis mata yang juga telah dilakukan ritual pembakaran mayat. Aparat kepolisian mengawal dengan ketat seluruh rangkaian tersebut.

Akibat adanya tiga korban yang meninggal dunia, kata Ipda Yusak, dari kelompok yang bersangkutan telah menyatakan untuk melanjutkan perang untuk membalas.

“Pengakuan dari masyarakat mereka akan lakukan perlawanan terhadap kubu korban untuk menyamakan jumlah korban,” katanya.

Sebelumnya, pada Kamis pagi, dari kubu pelaku juga dilaporkan meninggal dunia setelah terkena panah. Korban bernama Iman Kula itu meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Baca Juga :  Dua Personel Satgas Ops Damai Cartenz Gugur Ditembak di Puncak Jaya

Ia juga telah dilakukan ritual pembakaran mayat pada Kamis sore. Sedangkan dari kubu korban, ada satu yang meninggal dunia, yakni Pendeta Melkias Wamang.

Sementara itu, untuk situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Distrik Kwamki Narama kata Ipda Yusak secara umum kondusif, aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasanya.

Ia menyebut, bentrok tersebut tidak mengganggu aktivitas warga di sana lantaran lokasi bentrok telah ditentukan oleh kedua pihak yang bertikai.

“Untuk aktivitas di luar (lokasi bentrok) berjalan seperti biasa,” tuturnya.

Sejauh ini korban luka akibat perang sejak Oktober 2025 sudah mencapai lebih dari 70 orang baik dari kubu pelaku maupun korban.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Pastikan Tak Ada Pengungsian di Kapiraya
Polisi Bongkar Jaringan Amunisi Ilegal di Jayapura, 4 Tersangka Diamankan
Pendulang Blokir Jalan, Polisi Siap Jembatani Audiensi ke DPRK Mimika
Modus FG Terkuak: Sasar Perempuan Sendiri, Biayai Hidup dari Hasil Jambret di Timika
Polisi Bekuk Spesialis Curas dan Asusila, Beraksi di 16 Titik Mimika
Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka
Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi
Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:33 WIT

Polisi Pastikan Tak Ada Pengungsian di Kapiraya

Sabtu, 28 Maret 2026 - 01:07 WIT

Polisi Bongkar Jaringan Amunisi Ilegal di Jayapura, 4 Tersangka Diamankan

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:28 WIT

Pendulang Blokir Jalan, Polisi Siap Jembatani Audiensi ke DPRK Mimika

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:17 WIT

Modus FG Terkuak: Sasar Perempuan Sendiri, Biayai Hidup dari Hasil Jambret di Timika

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:39 WIT

Polisi Bekuk Spesialis Curas dan Asusila, Beraksi di 16 Titik Mimika

Berita Terbaru

Situasi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. dok. Istimewa

Utama

Polisi dan Warga Beda Versi soal Situasi Kapiraya

Sabtu, 28 Mar 2026 - 19:45 WIT

Kapolsek Mimika Barat Inspektur Polisi Dua Muhamad Yani, berdialog dengan warga di Kapiraya, Mimika Barat Tengah. dok. Polsek Mimika Barat

Hukrim

Polisi Pastikan Tak Ada Pengungsian di Kapiraya

Sabtu, 28 Mar 2026 - 18:33 WIT