Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah

Ahmad

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi palang jalan di Jalan Ahmad Yani depan lorong Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, pada Rabu (28/1/2026) malam. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Lokasi palang jalan di Jalan Ahmad Yani depan lorong Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, pada Rabu (28/1/2026) malam. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Aksi pemalangan jalan di ruas utama Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Lorong Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, berujung ricuh pada Rabu (28/1/2026) malam.

Dalam insiden tersebut, dua anggota Brimob dilaporkan terluka akibat terkena panah.

Kericuhan terjadi sekitar pukul 19.00 WIT, saat sejumlah pengendara berupaya melintasi ruas jalan yang sejak pagi dipalang sekelompok warga Komplek Singaraja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi palang jalan itu dilakukan sebagai bentuk protes atas meninggalnya seorang kerabat mereka pada Rabu dini hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah kendaraan yang tiba di lokasi terpaksa memutar balik karena akses jalan ditutup.

Namun, ketika pengendara berusaha berbalik arah, sejumlah orang dari kelompok warga menghadang dan mengejar kendaraan tersebut.

Situasi kian memanas hingga aparat keamanan yang berjaga di lokasi melepaskan tembakan peringatan ke udara. Tindakan itu justru dibalas dengan lemparan dari arah massa, sehingga bentrokan tak terhindarkan.

Aparat keamanan kemudian mengambil langkah tegas dan terukur untuk memukul mundur massa.

Dalam bentrokan tersebut, dua anggota Brimob mengalami luka akibat terkena panah dan langsung dilarikan ke RSUD Mimika untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika

Menanggapi insiden itu, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menegaskan akan memburu pelaku penyerangan terhadap anggota kepolisian dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

“Untuk penyerangan terhadap anggota para pelaku akan saya cari, yang sudah melakukan panah kepada anggota kami, ada 2 orang anggota Brimob yang kena panah tadi sementara dirawat di RSUD,” tegas Kapolres kepada wartawan, Rabu malam.

“Saya pastikan, yang panah anggota kami tadi akan saya kejar, kita proses,” imbuhnya.

Kapolres menekankan bahwa kehadiran aparat di lokasi semata-mata untuk menjaga keamanan dan membantu mengungkap kasus pembunuhan, bukan untuk dijadikan sasaran kemarahan warga.

“Kita di sini itu membantu masyarakat untuk mengungkap, menemukan pelaku. Jadi tolong masyarakat bantu kami, jangan malah menyerang kami, kami di sini mengamankan masyarakat dan berusaha untuk mengungkap pelaku,” ujarnya.

Ia mengimbau seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban, agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Warga juga diminta untuk mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca Juga :  Jenazah Pilot Selandia Baru Akan Diterbangkan ke Jakarta

“Tolong bantuannya, tolong kerja samanya dari seluruh masyarakat, ya. Kita di sini mengamankan, kita bukan musuh,” tambah Kapolres.

Terkait kasus pembunuhan yang menjadi pemicu aksi palang jalan, Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa seorang saksi dan terus melakukan pendalaman serta penyelidikan.

“Untuk pelaku kita masih dalami, masih dalam penyelidikan,” katanya.

Kapolres juga memastikan aparat keamanan akan tetap disiagakan di lokasi hingga situasi benar-benar aman dan kondusif. Selain itu, pendekatan persuasif kepada keluarga korban terus dilakukan.

“Anggota standby di sini hingga kita pastikan semuanya kondusif dan aman. Kita tetap berupaya komunikasi, jadi kami turut berduka cita atas meninggalnya keluarga korban,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa pembunuhan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, warga Komplek Singaraja melakukan aksi pemalangan Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Lorong Koperapoka.

Aksi tersebut merupakan tuntutan agar aparat segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap seorang pemuda berinisial SL (22 tahun) yang terjadi pada Rabu dini hari.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport
Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri
Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya
Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita
Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup
Koops TNI Habema Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM
Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Jadi Polresta
Kejari Biak Numfor Musnahkan 47,46 Gram Ganja dan Barang Bukti 6 Perkara

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:32 WIT

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:23 WIT

Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:34 WIT

Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:24 WIT

Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:10 WIT

Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup

Berita Terbaru