MIMIKA – Dua orang warga yang sedang asyik memancing menemukan satu jenazah laki-laki di sungai bawah jembatan yang berada Jalan Busiri Ujung tembusan Jalan Hassanudin, Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (3/2/2025), sekitar pukul 12.30 waktu setempat.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menjelaskan bahwa awalnya pukul 12.20 WIT, dua warga tersebut hendak pergi memancing.
Saat tiba di sungai itu, salah satu di antaranya ingin turun ke dekat jembatan. Namun, karena arus cukup kencang, dirinya memutuskan untuk berpindah ke bawah jembatan yang mana temannya telah duluan berada di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada saat saksi mau turun ke sungai, saksi diberitahu oleh 2 orang anak sekolah dasar perempuan yang berdiri di atas jembatan dan berkata ‘Ada om punya teman di bawah kah?’ Kemudian saksi menjawab, ‘Iya, ada teman saya, di mancing di bawah situ.'” jelas Kapolres.
“Kemudian kedua anak sekolah tersebut melanjutkan perjalanan. Karena pada saat saksi mau turun ke bawah jembatan, namun saksi tidak tahu jalan setapak untuk masuk sehingga saksi memanggil temannya sdr. Muhammad Nur, untuk menunjukan jalan, yang mana teman saksi Muhammad Nur sudah berada di bawah jembatan dan sudah memancing duluan,” imbuhnya.
Setelah keduanya sudah bersama-sama berada di bawa jembatan untuk memancing, sekitar pukul 12.30 WIT, mereka mengarahkan pandangan ke arah sungai dan melihat ada seseorang yang telah terbaring di pinggir sungai.
“Mengetahui kejadian, saksi langsung menghubungi aparat kepolisian,” kata Kapolres.
Pantauan Galeripapua.com, aparat kepolisian langsung mendatangi TKP dan mengevakuasi jenazah tersebut ke RSUD Mimika untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ditanya soal identitas korban, Kapolres menyebut belum diketahui. “Identitas belum diketahui,” tuturnya.
Kendati demikian, Kapolres menjelaskan ciri-ciri korban merupakan orang asli Papua (OAP), rambut keriting, dan berjenis kelamin laki-laki.
Pada bagian tangan kanannya terdapat tato bertuliskan SAKIRI. Korban mengenakan baju kaos warna kuning bertuliskan SURVIVE serta celana pendek berwarna biru dan dan kuning. Kepala korban juga ditutup menggunakan kaos berwarna loreng.
Pada bagian kedua kaki korban, terdapat kaos kaki warna biru hitam di mana terdapat bekas potongan di bagian betis.
Pada tangan kanan bagian atas terdapat 1 gelang kain warna biru, putih, merah dan 1 buah gelang rotan. Pada tangan kiri bagian atas terdapat 1 gelang rotan dan 1 gelang kain warna hijau.










