MIMIKA — Jumlah penduduk yang bekerja di Kabupaten Mimika mengalami peningkatan sepanjang setahun terakhir.
Namun, data terbaru menunjukkan bahwa kenaikan tersebut belum sepenuhnya mampu menekan tingkat pengangguran di daerah ini.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Keadaan Ketenagakerjaan Kabupaten Mimika Agustus 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Desember 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 6,75 persen.
Angka tersebut naik tipis 0,05 persen poin dibandingkan Agustus 2024 yang berada di angka 6,70 persen .
Dalam periode yang sama, jumlah penduduk bekerja mencapai 144,65 ribu orang, bertambah sekitar 1,81 ribu orang dibandingkan Agustus tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah angkatan kerja meningkat menjadi 155,11 ribu orang, seiring bertambahnya penduduk usia kerja di Kabupaten Mimika .
BPS mencatat bahwa pertambahan angkatan kerja tersebut belum sepenuhnya terserap oleh pasar kerja. Jumlah pengangguran pada Agustus 2025 tercatat 10,47 ribu orang, atau bertambah sekitar 210 orang dalam setahun terakhir. Kondisi ini terjadi meskipun terdapat peningkatan jumlah orang yang bekerja.
Data ini hadir di tengah komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika yang sebelumnya, dalam debat pemilihan kepala daerah, menyampaikan janji untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan menekan angka pengangguran.
Dari sisi struktur pekerjaan, BPS mencatat adanya pergeseran ke arah pekerjaan yang lebih formal. Persentase penduduk bekerja di sektor formal meningkat menjadi 43,04 persen, naik 5,17 persen poin dibandingkan Agustus 2024.
Jumlah pekerja formal tercatat sebanyak 62,26 ribu orang, sementara pekerja informal masih mendominasi dengan 56,96 persen atau sekitar 82,39 ribu orang .
Lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbesar di Mimika masih didominasi oleh sektor jasa dengan porsi 48,04 persen, meskipun sektor ini mengalami penurunan jumlah pekerja dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, sektor industri mencatat peningkatan terbesar, bertambah sekitar 5,89 ribu orang, disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang naik 3,49 ribu orang .
Dari sisi kualitas tenaga kerja, terjadi pergeseran tingkat pendidikan penduduk bekerja. Pekerja lulusan SMA menjadi kelompok terbesar, mencapai 38,91 persen, sementara proporsi pekerja dengan pendidikan SD ke bawah menurun tajam dari 27,31 persen menjadi 17,61 persen.
Kondisi ini mengindikasikan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dengan pendidikan menengah di pasar kerja Mimika .
BPS menilai dinamika ketenagakerjaan ini mencerminkan adanya pertumbuhan jumlah dan kualitas pekerjaan di Kabupaten Mimika.
Namun, kenaikan tipis tingkat pengangguran menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja masih perlu diperkuat agar sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja yang terus meningkat










