Inflasi Mimika Desember 2025 Melandai, Terendah dalam Dua Tahun Terakhir

Ahmad

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi inflasi di Mimika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

Ilustrasi inflasi di Mimika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

MIMIKA – Laju inflasi di Kabupaten Mimika pada Desember 2025 tercatat melandai dan menjadi yang terendah dalam dua tahun terakhir.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat, inflasi year on year (y-on-y) pada Desember 2025 sebesar 2,03 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi Desember 2024 dan 2023.

Berdasarkan data Berita Resmi Statistik (BRS) yang diterima media ini, Rabu (7/1/2026), tingkat inflasi y-on-y Timika pada Desember 2025 tercatat 2,03 persen, dengan inflasi year to date (y-to-d) juga sebesar 2,03 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai perbandingan, inflasi y-on-y Desember 2024 berada di angka 3,99 persen, dengan inflasi y-to-d sebesar 3,99 persen.

Sementara pada Desember 2023, inflasi y-on-y dan y-to-d masing-masing tercatat 3,51 persen.

BPS Kabupaten Mimika menyebutkan, meskipun inflasi melandai, perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2025 secara umum masih menunjukkan kenaikan.

Hasil pemantauan petugas BPS di lapangan mencatat inflasi y-on-y sebesar 2,03 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,53 pada Desember 2024 menjadi 112,77 pada Desember 2025. Sementara inflasi month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,54 persen.

Inflasi y-on-y tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 0,18 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,84 persen.

Baca Juga :  Dewan Dukung Kehadiran Maxim di Mimika, Alex: Sangat Membantu

Kenaikan juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,73 persen; kelompok kesehatan 1,16 persen; kelompok transportasi 2,15 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 4,06 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,55 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 21,32 persen.

Di sisi lain, sejumlah kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks, yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,82 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; serta kelompok pendidikan sebesar 0,15 persen.

BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Desember 2025, antara lain emas perhiasan, minyak goreng, ikan kembung, sigaret kretek mesin (SKM), bawang merah, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, nasi dengan lauk, wortel, beras, kopi bubuk, santan jadi, pisang, cabai merah, hingga gula pasir dan mobil.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y di antaranya daging babi, cabai rawit, tomat, bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, tahu mentah, jeruk, obat gosok, pakaian muslim pria, hingga sepatu wanita.

Baca Juga :  Simulasi IPB Atas Perubahan Iklim: Kopi Diperkirakan Musnah pada 2080

Untuk inflasi m-to-m, komoditas yang dominan menyumbang kenaikan harga meliputi angkutan udara, emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, cabai rawit, tempe, bensin, tomat, daging ayam ras, minyak goreng, wortel, serta pembalut wanita.

Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m pada Desember 2025 antara lain terong, kangkung, bawang putih, ikan mumar, beras, ketimun, dan obat gosok.

Dari sisi kontribusi terhadap inflasi y-on-y, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil sebesar 0,09 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,12 persen; perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 0,02 persen; kesehatan 0,05 persen; transportasi 0,20 persen; rekreasi dan budaya 0,03 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,13 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,43 persen.

Sementara kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 0,03 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen.

Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi maupun deflasi y-on-y.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan
Petani Ikan Mimika Butuh Pasar, PMI dan Amungsa Foundation Siap Dorong ke DPRK
Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan
Hari Pertama Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Picu Penumpukan Truk
604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak
Mulai Besok, Pemkab Mimika Terapkan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar di SPBU
Jaga Daya Beli Warga, Pemkab Mimika Hadirkan Operasi Pangan Murah
Emas dan Angkutan Udara Picu Inflasi Mimika Juli 2026 Tembus 3,28 Persen

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:44 WIT

Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan

Jumat, 4 September 2026 - 15:19 WIT

Petani Ikan Mimika Butuh Pasar, PMI dan Amungsa Foundation Siap Dorong ke DPRK

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:15 WIT

Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:10 WIT

Hari Pertama Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Picu Penumpukan Truk

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:44 WIT

604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT

Suasana di sekitar lokasi kejadian saat dikerumuni warga setempat dan polisi pada Sabtu malam, 12 September 2026. (Foto: Polres Mimika)

Hukrim

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:14 WIT