Merasa Dirugikan, Sopir Rental di Timika Datangi Kantor Maxim

Endy Langobelen

Senin, 6 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para sopir rental mendatangi Kantor Maxim di Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah, Senin (6/5/2024). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Para sopir rental mendatangi Kantor Maxim di Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah, Senin (6/5/2024). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Ratusan sopir yang tergabung dalam kelompok Solidaritas Jasa Rental Mobil dan Ojek Kabupaten Mimika berbondong-bondong mendatangi Kantor Maxim driver online yang berlokasi di Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah, Senin (6/5/2024) sore.

Ketua Solidaritas Jasa Rental Mobil dan Ojek Kabupaten Mimika, Firman Amali, menjelaskan tujuan kedatangan mereka untuk mempertanyakan kebijakan pihak Maxim atas empat poin tuntutan yang sebelumnya telah diusulkan pada Jumat 3 April 2024 lalu.

Ali mengungkapkan, keempat poin usulan itu yakni pertama, operasional Maxim boleh berjalan setelah Pemerintah Daerah menyusun regulasi terkait tarif minimum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, kendaraan Maxim wajib ditempelkan stiker yang menandakan bahwa kendaraan tersebut adalah driver Maxim.

“Kami tidak mau kalau yang daftar Maxim ini hanya sekadar iseng mencari uang rokok. Sedangkan kami yang betul-betul hidup dari sini (mencari penumpang, red) malah dimatikan. Jadi, harus pakai stiker sehingga kita tahu kalau dia betul-betul berprofesi sebagai sopir,” jelasnya saat diwawancarai.

Tuntutan yang ketiga, lanjut Ali, pendaftaran anggota Maxim harus dilakukan secara offline.

“Jangan online karena kami menemukan fakta mobil maupun driver yang didaftarkan itu berbeda dengan yang di lapangan,” ujarnya.

Sementara yang keempat, harus dilakukan pembatasan wilayah penarikan di Bandara Mozes Kilangin dan Pelabuhan Pomako.

Baca Juga :  Sanggar Puncak Cartenz Juara Umum Bazar & Pameran Budaya TIFA 2024

Ali memastikan kehadiran pihaknya di kantor Maxim bukan menolak transportasi online tersebut, melainkan untuk menanyakan sudah sejauh mana jawaban atas usulan yang disampaikan sebelumnya.

Lebih lanjut, Ali menyebut para sopir rental mengeluhkan tarif yang digunakan Maxim terlalu rendah sehingga masyarakat lebih cenderung menggunakan Maxim ketimbang mobil rental.

Tarif mobil rental dari bandara ke kota disebut Ali dipatok seharga Rp150 ribu sementara tarif transportasi online Maxim hanya seharga Rp 20 ribu.

“Sudah pasti masyarakat lebih pilih pakai Maxim. Akhirnya, kami yang benar-benar berprofesi sebagai sopir ini tidak kebagian penumpang,” keluhnya.

Menurutnya harga tarif yang digunakan mobil rental sangat wajar karena para sopir rental memiliki banyak tanggungan.

Selain untuk biaya hidup keluarga, mereka juga wajib membayar iuran lahan parkir mobil rental yang disewa bersama-sama.

“Kami ini sewa tempat, ada yang Rp25 juta, Rp30 juta. Kasihan anak-anak ada yang bayar Rp1,5 juta setahun, iuran tiap bulan ada yang 50 ribu,” beber Ali.

“Sementara setiap sopir Maxim yang kami temukan, kami tanya, jawabannya itu menyakitkan, untuk cari uang rokok. Sedangkan teman-teman yang lain ini kan hidup dari mobil,” imbuhnya.

Di samping itu, mewakili para sopir rental, Ali juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak Maxim lantaran tidak adanya sosialisasi yang dilakukan semenjak masuk di Mimika.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Ajukan Rancangan APBD Perubahan Senilai 7,2 Triliun

“Kami sesalkan dari pihak Maxim ini tidak ada sosialisasi sebelumnya. Tidak ada penyampaian ke pihak Organda, perhubungan. Baru beberapa hari kemarin itu kami yang minta ketemu untuk sampaikan poin-poin itu,” tuturnya.

Ali dan kawan-kawan juga geram karena sampai saat ini, driver Maxim masih beroperasi bahkan sampai berani menarik penumpang di area bandara. Padahal, tuntutan atau usulan yang diberikan belum dikeluarkan kebijakannya.

“Kemarin kami masih temukan itu pengendara Maxim ambil penumpang di bandara, kami tegur sopirnya. Nah itu yang viral kemarin katanya kami mengintimidasi sopir dan tolak Maxim. Kami mau luruskan di sini kalau itu sama sekali tidak ada intimidasi. Kami pun tidak menolak kehadiran Maxim,” tandasnya.

Ali mengatakan, bilamana nantinya usulan mereka diterima dan dibuatkan regulasi yang sesuai, maka tidak menutup kemungkinan para sopir rental pun akan ikut mendaftarkan diri sebagai driver Maxim.

“Kalau tarifnya bagus kami akan bergabung. Makanya ini kita tunggu, karena kami sudah ke perhubungan, itu memang sudah ada di sana, cuma kan belum dikaji,” ujarnya.

“Jadi, pada intinya, kami mau ada keseimbangan, jangan bikin kami pengusaha mobil rental mati, sementara pihak lain yang hanya ongkang-ongkang kaki yang mengambil keuntungan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Gelar Bazar Ramadhan di Timika, Bantu Warga Dapatkan Sembako Murah
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Mimika Tanam Jagung Kuartal I 2026
Sinode GKI Resmikan Unit Usaha Amazing Grace Hotel di Papua
Stok Beras Timika 1.513 Ton, Bulog Pastikan Cukup Tiga Bulan
Satpol PP Mimika Awasi Sembako dan Batasi Jam Operasional Kafe Selama Ramadan
Harga Komoditas Naik, Inflasi Mimika Januari 2026 Tembus 3,97 Persen
Lapangan Kerja di Mimika Bertambah, Pengangguran Masih Naik Tipis
Penduduk Miskin Mimika Berkurang, Tapi Garis Kemiskinan Terus Naik

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:12 WIT

TNI Gelar Bazar Ramadhan di Timika, Bantu Warga Dapatkan Sembako Murah

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:53 WIT

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Mimika Tanam Jagung Kuartal I 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:00 WIT

Sinode GKI Resmikan Unit Usaha Amazing Grace Hotel di Papua

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:20 WIT

Stok Beras Timika 1.513 Ton, Bulog Pastikan Cukup Tiga Bulan

Rabu, 25 Februari 2026 - 05:08 WIT

Satpol PP Mimika Awasi Sembako dan Batasi Jam Operasional Kafe Selama Ramadan

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/