MIMIKA – Sejumlah pelajar Orang Asli Papua (OAP) yang tergabung dalam Solidaritas Generasi Peduli Pendidikan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melakukan aksi demonstrasi di Kantor Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) Jalan Yos Sudarso, Senin (3/6/2024).
Dalam aksi itu, para pelajar meminta agar pengurus YPMAK tidak membatasi jumlah kuota beasiswa pendidikan. Mereka beralasan, banyak pelajar yang ingin mengenyam pendidikan namun kuotanya terbatas.
Disisi lain, mereka juga meminta agar YPMAK menambah kuota beasiswa pendidikan dari 3 ribu menjadi 6 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penambahan kuota pendidikan diakui telah disampaikan kepada YPMAK sebelumnya. Namun, tidak ada respon sehingga mereka harus turun jalan untuk melakukan aksi demonstrasi.
Direktur YPMAK, Vebian Magal didampingi beberapa pengurus YPMAK menyambut baik aksi yang dilakukan sejumlah pelajar.
Vebian mengatakan aksi yang dilakukan para pelajar ini telah memberikan signal kepada YPMAK untuk mengambil kebijakan.
“Dengan kehadiran adik-adik sebenarnya memberikan signal bahwa kami menerima dan sepakat kuota harus ditambah,” kata Vebian.
Pihaknya di YPMAK segera mengambil langkah terkait tuntutan para pelajar. Dia meminta waktu sambil mengupayakan yang terbaik bagi generasi Papua.
“Kasih kami waktu dalam minggu ini, dan silahkan datang kembali untuk cek lagi sambil kami akan upayakan yang terbaik,” ujar Vebian.
Lebih lanjut, Vebian menyampaikan masalah pendidikan di Kabupaten Mimika tidak semuanya menjadi beban YPMAK.
Menurut Vebian, YPMAK hadir untuk membantu program pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat dengan memberikan pendidikan, kesehatan serta membangun ekonomi masyarakat.
Dana kemitraan PT Freeport Indonesia yang dikucurkan melalui YPMAK untuk kepentingan pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat.








