Aktivis dan Tokoh Perempuan Demo Tolak Penetapan DPRK Otsus Mimika

Endy Langobelen

Senin, 2 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis dan tokoh perempuan melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Mimika, Jalan Poros SP3 – Kuala Kencana, Timika, Papua Tengah, Senin (2/12/2024). Mereka menuntut pembatalan SK penetapan anggota DPRK. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Aktivis dan tokoh perempuan melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Mimika, Jalan Poros SP3 – Kuala Kencana, Timika, Papua Tengah, Senin (2/12/2024). Mereka menuntut pembatalan SK penetapan anggota DPRK. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Sejumlah aktivis dan tokoh perempuan menolak keras hasil penetapan nama-nama anggota DPRK jalur otonomi khusus (Otsus) Mimika periode 2024-2029 yang ditetapkan oleh Tim Pansel melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 45/PANSEL DPRK/2024.

Penolakan itu disampaikan dalam aksi demo yang berlangsung di depan Kantor Bupati Mimika, Jalan Poros SP3 – Kuala Kencana, Timika, Papua Tengah, Senin (2/12/2024).

Pantauan Galeripapua.com, massa yang berjumlah puluhan orang itu tiba di depan Kantor Bupati sekitar pukul 10.00 WIT. Mereka kemudian membentangkan spanduk-spanduk yang berisikan tuntutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka meminta Pansel segera membatalkan penetapan nama-nama itu sebab ada beberapa nama yang dinilai tidak sesuai dengan kualifikasi atau syarat khusus yang telah disosialisasikan oleh tim Pansel sebelumnya.

Tak hanya itu, mereka juga melihat Pansel selama ini bekerja tidak transparan. Pasalnya, nilai-nilai hasil tes tidak disampaikan secara terbuka.

Pansel sejak awal pun dinilai tidak tegas dan tidak berkomitmen di mana saat seleksi berkas, Pansel mengumumkan hanya 43 yang lolos. Setelah adannya unjuk rasa dari pihak tertentu, Pansel lantas mengubah keputusannya menjadi 61 yang lolos. Satu nama perempuan dari penambahan itu yang kemudian malah terpilih dalam penetapan.

Baca Juga :  Tiba di Timika, Jenazah Briptu Anumerta Alfando Langsung Diterbangkan ke Luwuk Banggai

Mereka menduga kuat bahwa Pansel telah melakukan praktik nepotisme dalam menetapkan nama-nama anggota DPRK Mimika, khususnya bagi tiga nama perwakilan perempuan.

“Benar-benar kami kecewa. Dalam DRPK itu ada syarat umum dan khusus. Tapi mereka hanya lihat syarat umum l. Hari ini, perempuan yang terpilih dari Amungme dan Kamoro itu tidak memenuhi syarat khusus,” ujar Adolfina Kum, selaku korlap aksi, yang juga sebagai calon anggota DPRK yang kini masuk daftar tunggu.

“Mereka punya pengalaman dimana? Pernah perjuangkan hak perempuan dimana? Tidak ada. Tapi heran (mereka ini yang terpilih). Ada nepotisme kah? Kamu masih baku sogok kah?” tegasnya.

Adolfina dan massa lainnya juga menduga bahwa penetapan anggota DPRK ini hanya untuk mengamankan kepentingan Pemerintah Pusat sehingga nama-nama yang terpilih adalah mereka yang tidak pernah memperjuangkan hak-hak masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Amungme-Kamoro.

Baca Juga :  Angkat Budaya Lokal, Performing Art Laku Dalam Ruang Segera Hadir di Mimika

“Kalau memang ini hanya untuk mengamankan kepentingan nasional, kasih tahu saja. Saya pikir kursi itu dikasih untuk benar-benar Otsus punya tapi ternyata kursi itu juga masih ada untuk titipan-titipan pembayaran-pembayaran karena kita semua sudah tahu yang kamu pilih masuk di situ siapa. Siapa punya saudara, siapa punya adik, siapaa punya istri, kitaa sudah tahu,” kata Adolfina.

Untuk itu, mereka meminta agar SK penetapan nama-nama anggota DPRK Mimika periode 2024-2029 segera dibatalkan. Di dalam aksi itu juga, mereka menggelar ritual adat dengan memakan tanah.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Septinus Timang, yang juga merupakan Pansel perwakilan pemerintah, mengatakan bahwa Pansel tidak bisa membatalkan penetapan tersebut.

Dia memberikan solusi kepada pendemo agar menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.

“Jika keberatan, silakan menempuh jalur hukum melalui PT TUN disertai dengan bukti-bukti. Dari situ, bisa mendapatkan jawaban,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman
Layangkan Surat Terbuka, LBH TPRA Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional Kebakaran Hutan Biak
LMA dan FPHS Tsingwarop Kritik Menteri HAM, Desak Tak Ikut Campur Urusan Pengalihan Dana 10 Persen dari Freeport
Peringati 4 Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Korban: Jangan Beri Remisi Pelaku!
Komunitas Ojol Jayapura Nyatakan Dukungan terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Sambangi DPRK, Amungsa Foundation dan UNICEF Dorong Perda Malaria di Mimika
Terancam Diusir, Mahasiswa Papua di Bali Desak Pemprov Segera Bayar Sewa Asrama
Ketua LMA Tsingwarop Kritik Menteri HAM soal Divestasi 10% Freeport: Jangan Mengurus yang Tak Dipahami Utuh

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:40 WIT

BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:55 WIT

Layangkan Surat Terbuka, LBH TPRA Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional Kebakaran Hutan Biak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:31 WIT

LMA dan FPHS Tsingwarop Kritik Menteri HAM, Desak Tak Ikut Campur Urusan Pengalihan Dana 10 Persen dari Freeport

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:25 WIT

Peringati 4 Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Korban: Jangan Beri Remisi Pelaku!

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:39 WIT

Komunitas Ojol Jayapura Nyatakan Dukungan terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru

Peserta dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Jayapura berfoto bersama usai Lomba Lintas Alam Cagar Alam Cycloop ke-1 di Kalkote, Distrik Sentani Timur, Kamis, 27 Agustus 2026. Galeripapua/Ikbal Asra

Event

SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:15 WIT

Petugas kepolisian mengolah TKP di kamar nomor 02 Penginapan Sinar Ujung, Mimika, Papua Tengah, Rabu, 26 Agustus 2026. Kamar itu menjadi lokasi terakhir korban sebelum ditemukan tewas di bawah tangga penginapan. Galeripapua/ Kevin Kurni

Hukrim

Pria Tewas di Penginapan Mimika, Polisi Periksa CCTV

Kamis, 27 Agu 2026 - 00:22 WIT