JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perhubungan mengusulkan program tiket mudik gratis bagi masyarakat yang ingin pulang kampung saat Lebaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Papua, David Telenggen berharap pengusulan program ini dapat diterima oleh pemerintah pusat, seperti yang pernah dilakukan pada Natal 2024 lalu.
David mengatakan program mudik gratis bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin bepergian, khususnya di dalam wilayah Papua.
“Kami berharap ada tiket gratis. Tidak harus ke luar Papua, tapi untuk perjalanan intra-Papua juga boleh,” ujarnya.
Dia menerangkan bahwa pada Natal 2024, pemerintah pusat sempat memberikan sekitar 100–200 tiket mudik gratis.
Untuk itu, Dinas Perhubungan Papua pun akan menyiapkan surat permohonan kepada kementerian terkait agar mendapatkan dukungan dalam program tersebut.
“Konsep surat permohonan sudah kami siapkan untuk diajukan ke kementerian,” kata David.
Lebih lanjut David menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua telah memastikan kesiapan seluruh armada transportasi untuk menghadapi arus mudik Lebaran 1446 Hijriah.
Posko terpadu akan didirikan di sembilan kabupaten/kota guna menjamin kelancaran perjalanan masyarakat melalui jalur darat, laut, dan udara. Posko-posko tersebut, kata David, akan mulai beroperasi pada 21 Maret 2025.
“Posko ini merupakan kolaborasi kami dengan berbagai instansi terkait, termasuk KSOP, Pelindo, Pelni, bandara, dan maskapai penerbangan,” terangnya.
Menurut David, operator transportasi telah menyiapkan strategi menghadapi lonjakan penumpang yang diprediksi terjadi pada H-2 Lebaran dan arus balik.
“Kami memastikan kesiapan seluruh armada dan sarana pendukung agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.










