Pendulang Emas di Mile 40 Mimika Diduga Dirampok OTK

Endy Langobelen

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perampokan oleh OTK terhadap pendulang emas di Mimika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

Ilustrasi perampokan oleh OTK terhadap pendulang emas di Mimika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

MIMIKA — Sejumlah pendulang emas dilaporkan menjadi korban perampasan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di Mile 40, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (4/2/2026).

Peristiwa tersebut dikabarkan terjadi di camp pendulang emas yang dihuni warga nonkaryawan.

Dalam kejadian itu, sejumlah barang berharga milik para pendulang dilaporkan raib, termasuk emas hasil dulangan, uang tunai, hingga telepon genggam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Kuala Kencana, AKP Djemi Reinhard, membenarkan adanya informasi awal terkait dugaan perampasan tersebut.

Ia mengatakan, laporan sementara diterima pihak kepolisian melalui sekuriti PT Freeport Indonesia (PTFI).

Baca Juga :  HKS ke-59, Poltekkes Kemenkes Jayapura Kampus Timika Gelar Donor Darah

“Kami menerima laporan internal dari Security PTFI terkait adanya pengaduan dari masyarakat. Saat ini kami masih menunggu informasi lanjutan,” ujar AKP Djemi Reinhard.

Menurutnya, hingga kini pihak kepolisian belum memperoleh gambaran lengkap mengenai kronologi kejadian maupun kepastian jumlah barang yang dirampas.

Oleh karena itu, Polsek Kuala Kencana akan segera berkoordinasi dengan pihak sekuriti PTFI guna memperjelas peristiwa tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan Security PTFI untuk memastikan barang apa saja yang dirampas,” katanya.

AKP Djemi Reinhard juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini para korban belum mendatangi Polsek Kuala Kencana untuk membuat laporan resmi. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan awal kasus.

Baca Juga :  Helikopter dari Puncak Tujuan Mimika Hilang Kontak, SAR Lakukan Operasi

“Informasi sementara menyebutkan barang yang dirampas berupa emas, uang tunai, dan handphone. Namun korban belum membuat laporan resmi ke Polsek. Meski begitu, peristiwa ini tetap akan kami dalami,” pungkasnya.

Pihak kepolisian mengimbau para korban agar segera melapor secara resmi guna memudahkan proses penyelidikan dan penindakan lebih lanjut, sekaligus mencegah terulangnya aksi kriminal di kawasan pendulangan emas yang rawan kejahatan tersebut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lagi, Pendulang di Mimika Blokir Jalan Akibat Toko Emas Tutup
Dramatis di Muara Bokap, 8 Penumpang Kapal Karam Diselamatkan Tim SAR
Ngebut Subuh Hari, Pengendara Motor Tewas Tabrak Pagar di Mimika
Seorang Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Mile 30 Mimika
Pemuda Terpeleset Saat Memancing, Ditemukan Meninggal di Perairan Poumako
Karyawan Freeport Meninggal Dunia dalam Insiden Gangguan Keamanan di Grasberg
Petugas Sampah Mogok Kerja, Sampah Menumpuk di Jalanan Timika
KM Jaya Baru Tenggelam Dihantam Ombak di Muara Poumako Mimika

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:04 WIT

Lagi, Pendulang di Mimika Blokir Jalan Akibat Toko Emas Tutup

Senin, 23 Maret 2026 - 15:30 WIT

Dramatis di Muara Bokap, 8 Penumpang Kapal Karam Diselamatkan Tim SAR

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:32 WIT

Ngebut Subuh Hari, Pengendara Motor Tewas Tabrak Pagar di Mimika

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:00 WIT

Seorang Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Mile 30 Mimika

Senin, 16 Maret 2026 - 23:25 WIT

Pemuda Terpeleset Saat Memancing, Ditemukan Meninggal di Perairan Poumako

Berita Terbaru

Situasi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. dok. Istimewa

Utama

Polisi dan Warga Beda Versi soal Situasi Kapiraya

Sabtu, 28 Mar 2026 - 19:45 WIT

Kapolsek Mimika Barat Inspektur Polisi Dua Muhamad Yani, berdialog dengan warga di Kapiraya, Mimika Barat Tengah. dok. Polsek Mimika Barat

Hukrim

Polisi Pastikan Tak Ada Pengungsian di Kapiraya

Sabtu, 28 Mar 2026 - 18:33 WIT