TPNPB Mengaku Dalang Penikaman di Yahukimo, Sebut Korban Agen Intelijen

Endy Langobelen

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban penikaman oleh TPNPB mendapat penanganan medis di RSUD Dekai, Yahukimo. (Foto: Istimewa)

Korban penikaman oleh TPNPB mendapat penanganan medis di RSUD Dekai, Yahukimo. (Foto: Istimewa)

YAHUKIMO — Manajemen Markas Pusat Komite Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengklaim bertanggung jawab atas aksi penikaman terhadap seorang pria di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (12/1/2026).

TPNPB menuding bahwa pria yang menjadi korban merupakan agen intelijen militer Indonesia.

Klaim tersebut disampaikan melalui Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB per 12 Januari 2026 yang ditandatangani dan disebarkan oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB OPM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam siaran pers itu disebutkan bahwa laporan resmi diterima dari Brigjend Elkius Kobak dan Mayor Kopitua Heluka dari Markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo terkait peristiwa penikaman yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIT di Pasar Baru, Dekai.

“Kami bertanggung jawab atas aksi penikaman terhadap seorang agen intelijen militer Pemerintah Indonesia pada hari Senin, 12 Januari 2026 sekitar jam 06.00 pagi di Pasar Baru, Kota Dekai.” ujar Elkius Kobak.

Elkius menyebut aksi tersebut dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalyon Sisibia. Ia juga menyampaikan peringatan agar aparat keamanan tidak melakukan tindakan balasan yang menyasar warga sipil.

Baca Juga :  Kontak Tembak di Yahukimo, Seorang Prajurit TNI Tewas

“Eksekusi seorang agen intelijen militer pemerintah Indonesia dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalyon Sisibia sehingga aparat militer indonesia jangan melakukan aksi balasan atau penangkapan serta penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo. Jika mau kejar kami silahkan datang ke Markas Kinbule di Jalan Gunung,” tegasnya.

Sementara itu, Mayor Kopitua Heluka mengimbau warga pendatang Indonesia di Dekai untuk meninggalkan wilayah Yahukimo dan meminta agar aktivitas pemerintahan dihentikan sementara.

“Kepada warga imigran Indonesia yang berada di Kota Dekai untuk segera tinggalkan Yahukimo dan seluruh bangunan Pemerintah Indonesia segera ditutup untuk menghindari korban jiwa selama TPNPB meningkatkan operasi dan penyerangan terhadap aparat militer Indonesia,” kata Kopitua Heluka.

Dalam siaran pers yang sama, Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, juga menyinggung agenda kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah wilayah di Papua.

Dalam pernyataannya, Sebby menilai kunjungan tersebut sebagai bentuk pencitraan negara. Oleh karena itu, ia mendesak penghentian pembangunan di Papua.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka untuk hentikan pembangunan di Tanah Papua sebelum penyelesaian konflik bersenjata di Tanah Papua antara militer indonesia dengan TPNPB,” tandasnya.

Baca Juga :  TPNPB-OPM Minta Indonesia Berunding Hentikan Konflik Bersenjata di Papua

“Kami menilai bahwa kunjungan wakil Presiden di Tanah Papua pada 13 Januari 2026 di Biak, Wamena, dan kabupaten lain di Papua adalah pencitraan negara Indonesia di atas Tanah Papua.”

Pernyataan paling keras dalam siaran pers tersebut adalah instruksi internal yang disampaikan KOMNAS TPNPB kepada pasukannya terkait kunjungan Wakil Presiden.

“Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengintruksikan kepada pasukan TPNPB yang berada di Wamena dan seluruh pasukan dari kodap-kodap yang sedang berada di Wamena agar wajib mengeksekusi Wapres Gibran Rakabuming Raka karena tidak mampu menyelesaikan persoalan politik di Tanah Papua antara negara kolonial Indonesia dengan rakyat Papua. Oleh sebab itu, kedatangan Wapres Gibran Rakabuming Raka di Papua wajib dieksekusi,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim penikaman tersebut maupun pernyataan TPNPB mengenai kunjungan Wakil Presiden ke Papua.

Gakeripapua.com masih berupaya mengonfirmasi aparat keamanan dan pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan keterangan berimbang terkait situasi keamanan di Yahukimo dan wilayah Papua lainnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga
Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas
Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita
Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong
Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika
LBH TPRA Laporkan Dugaan Mafia Tanah Keluarga Sumbari ke Polisi, Soroti Sikap BPN Mimika
Bupati Mimika Laporkan Media Papua News Online ke Polisi, Persoalkan Sejumlah Pemberitaan
Polres Mimika Gelar Razia dan Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:20 WIT

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 18:00 WIT

Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas

Rabu, 23 September 2026 - 19:55 WIT

Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita

Rabu, 23 September 2026 - 12:59 WIT

Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong

Rabu, 23 September 2026 - 00:17 WIT

Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika

Berita Terbaru

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT