Peringatan Tragedi Paniai Berdarah, IPMAPAN Sorong Gelar Doa dan Konsolidasi Keadilan

Jeri P. Degei

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) se-Kota Studi Sorong menggelar kegiatan refleksi, doa, dan konsolidasi gerakan di Asrama Paniai, Jalan Malibela Km 11,5 Lorong II Meuwo, Sorong, Senin (8/12/2025). (Foto: Galeri Papua/Jeri P. Degei)

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) se-Kota Studi Sorong menggelar kegiatan refleksi, doa, dan konsolidasi gerakan di Asrama Paniai, Jalan Malibela Km 11,5 Lorong II Meuwo, Sorong, Senin (8/12/2025). (Foto: Galeri Papua/Jeri P. Degei)

SORONG — Memperingati 11 tahun Tragedi Paniai Berdarah, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) se-Kota Studi Sorong menggelar kegiatan refleksi, doa, dan konsolidasi gerakan di Asrama Paniai, Jalan Malibela Km 11,5 Lorong II Meuwo, Sorong, Senin (8/12/2025).

Kegiatan bertajuk Memperingati dan Persiapan (IPMAPAN) Sorong — Tragedi Paniai Berdarah 8 Desember 2014 itu menjadi momen bagi pelajar dan mahasiswa Paniai untuk kembali menyuarakan tuntutan keadilan atas peristiwa yang hingga kini belum menemukan penyelesaian hukum yang memuaskan.

Memori Luka yang Belum Sembuh

Tragedi Paniai adalah peristiwa penembakan oleh anggota TNI terhadap warga sipil di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua, pada 8 Desember 2014. Aksi kekerasan tersebut menewaskan empat warga dan melukai 21 lainnya.

Kejadian bermula sehari sebelumnya, ketika oknum TNI menganiaya sekelompok pemuda usai ditegur karena mengendarai mobil tanpa menyalakan lampu. Penganiayaan itu memicu kemarahan warga Ipakiye yang kemudian melakukan protes damai di Lapangan Karel Gobay.

Situasi berujung bentrokan, sebelum aparat menembaki massa. Korban tewas merupakan pelajar yang sedang berada di lokasi kejadian.

Pada Februari 2020, Komnas HAM menetapkan peristiwa itu sebagai pelanggaran HAM berat. Namun proses hukum yang berlangsung kemudian menuai kritik karena hanya satu anggota TNI yang dijadikan terdakwa. Ia akhirnya divonis bebas pada Desember 2022.

IPMAPAN Sorong: “Kebenaran dan Keadilan Tidak Boleh Mati”

Dalam momentum jelang peringatan, IPMAPAN Sorong menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal isu ini sebagai bagian dari perjuangan menuntut pertanggungjawaban negara atas kekerasan terhadap warga sipil Papua.

Baca Juga :  Dorong Penguatan SDM, APKM Gelar Pelatihan Kepemimpinan dan Public Speaking

Kegiatan di Sorong tak hanya berupa refleksi sejarah, tetapi juga dialog internal, koordinasi aksi, serta peneguhan komitmen agar tragedi serupa tidak terulang.

Kronologi Singkat Tragedi Paniai

7 Desember 2014
Oknum anggota TNI dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap sejumlah pemuda di Enarotali setelah menerima teguran terkait kendaraan yang tidak menyalakan lampu.

8 Desember 2014
Rombongan masyarakat Ipakiye mendatangi Enarotali untuk menuntut penjelasan dan keadilan di Lapangan Karel Gobay. Situasi memanas hingga aparat menembaki massa.

Hasilnya, empat warga sipil tewas seketika dan 21 orang luka-luka. Para korban tewas merupakan pelajar.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Verifikasi Kesbangpol Jadi Ruang Yayasan Amungsa Cares Papua Kenalkan Program dan Kampanye Kesehatan
Kesbangpol Mimika Verifikasi Yayasan Amungsa Cares Papua, Program Eliminasi Malaria Jadi Sorotan
Udara Mimika Diselimuti Asap dan Debu, Yayasan Amungsa Cares Papua Bagikan 2.000 Masker
Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau
Amungsa Cares Papua Gerakkan 2.000 Masker untuk Warga dan Pelajar Mimika
Wandra Tampil Perdana di Jayapura Malam Ini, Siap Bikin Penonton Bergoyang
Resmi Dilantik, Pemuda Muslimin Papua Tengah Siap Suarakan Kebaikan dan Perjuangkan Keadilan
KNPB Desak ICRC Tekan Indonesia Buka Akses Kemanusiaan di Papua

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 23:49 WIT

Verifikasi Kesbangpol Jadi Ruang Yayasan Amungsa Cares Papua Kenalkan Program dan Kampanye Kesehatan

Senin, 14 September 2026 - 22:38 WIT

Kesbangpol Mimika Verifikasi Yayasan Amungsa Cares Papua, Program Eliminasi Malaria Jadi Sorotan

Senin, 14 September 2026 - 21:18 WIT

Udara Mimika Diselimuti Asap dan Debu, Yayasan Amungsa Cares Papua Bagikan 2.000 Masker

Senin, 14 September 2026 - 20:04 WIT

Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau

Minggu, 13 September 2026 - 17:54 WIT

Amungsa Cares Papua Gerakkan 2.000 Masker untuk Warga dan Pelajar Mimika

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT