MIMIKA – Gerakan perlindungan masyarakat dari paparan asap di Mimika dimulai dari rumah ibadah, Minggu (13/9/2026). Yayasan Amungsa Cares Papua membagikan 500 masker kepada Jemaat GPdP Jemaat Semua Umat di Jalan Lanal, Mimika, sebagai langkah awal gerakan sosial yang akan menyasar masyarakat hingga anak-anak sekolah.
Pembagian masker tersebut menjadi bagian dari gerakan 2.000 masker yang digagas Amungsa Cares Papua.
Setelah membagikan 500 masker kepada jemaat, Amungsa Cares Papua akan melanjutkan aksi dengan menyalurkan 1.500 masker kepada anak-anak sekolah di Mimika pada Senin (14/9/2026) besok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Manager Amungsa Cares Papua, Febian Kakisina, mengatakan pemilihan rumah ibadah sebagai titik awal bukan hanya berkaitan dengan penyerahan bantuan.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk membawa semangat pelayanan, kepedulian, dan doa sebelum gerakan sosial dilanjutkan ke lingkungan sekolah dan masyarakat yang lebih luas.
Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang menjadi perhatian dalam gerakan tersebut. Mereka tetap harus mengikuti kegiatan belajar dan beraktivitas di tengah kondisi udara yang dapat terdampak asap.
“Kami memulai dari gereja dengan 500 masker, sekaligus membawa doa agar langkah Amungsa ke depan selalu menjadi berkat bagi masyarakat Mimika,” ujar Febian.
“Senin (besok) kami akan bergerak lagi membawa 1.500 masker untuk anak-anak sekolah. Bagi kami, satu masker yang sampai ke tangan masyarakat bukan sekadar bantuan—itu adalah bentuk kepedulian dan perlindungan terhadap kehidupan,” imbuhnya.
Febian menilai kerja sosial tidak cukup berhenti pada wacana atau imbauan. Ketika masyarakat menghadapi persoalan, lembaga sosial perlu hadir secara langsung, mendengar kebutuhan, membangun kolaborasi, dan mengambil langkah yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Gerakan pembagian masker ini sekaligus menjadi ajakan agar upaya menjaga kesehatan tidak hanya dibebankan kepada satu pihak.
Gereja, sekolah, keluarga, komunitas, pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan organisasi sosial dinilai memiliki ruang untuk berkolaborasi dalam melindungi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Sebanyak 2.000 masker yang dibagikan dalam rangkaian kegiatan ini menjadi awal dari agenda sosial Amungsa Cares Papua di Mimika.
Febian menyebut Yayasan Amungsa Cares Papua berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami memulai dengan masker dan doa. Kami melanjutkannya dengan kerja nyata. Karena Amungsa hadir bukan sekadar untuk terlihat, tetapi untuk dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Mimika,” pungkasnya.










