MIMIKA – Polres Mimika melalui Sat ResNarkoba berhasil mengungkap peredaran obat keras tanpa izin edar di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengatakan pengungkapan ini berlangsung pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIT di Jalan Irigasi, tepatnya di depan Kantor KPU Timika.
Pengungkapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi : LP /A / 03 / I / 2026 /SPKT. Sat Resnarkoba / Polres Mimika / Polda Papua Tengah, tanggal 25 Januari 2026.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial MAM (25 tahun), warga Jalan Irigasi, Gang Flora Timika.
“Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat terkait maraknya peredaran obat keras sediaan farmasi di wilayah tersebut,” kata Iptu Hempy dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).
Dijelaskan, pada hari Minggu sekitar pukul 18.00 WIT, Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Mimika mendapatkan informasi mengenai adanya peredaran obat keras sediaan farmasi yang sering terjadi di Jalan Irigasi, Gang Flora Timika.
Berdasarkan informasi tersebut, selanjutnya Tim Opsnal menuju ke alamat yang dimaksud guna melakukan pemantauan.
“Dan benar, sekitar pukul 19.30 WIT, di jalan Irigasi depan KPU Timika Tim berhasil menangkap terduga pelaku yang di ketahui berinisial MAM (25), yang mana setelah di introgasi pelaku mengakui bahwa benar pelaku sering memperjual belikan obat obatan jenis Tramadol milik pelaku,” jelas Hempy.
“Pelaku juga mengakui bahwa obat-obatan tersebut pelaku simpan di rumah kosnya yang beralamat di jalan Irigasi gang Flora Timika,” imbuhnya.
Setelah mendengar pengakuan pelaku tersebut, Tim membawa pelaku menuju kamar kos miliknya dan berhasil menyita delapan papan obat berisikan 76 butir obat jenis Tramadik milik pelaku yang di simpan di tas ransel yang digantung tepat di belakang pintu kamar kosnya.
Kata Iptu Hempy, pelaku juga mengakui bahwa obat obatan keras tersebut adalah miliknya. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti yang berhasil di sita dibawa menuju ke kantor Polres Mimika Mile 32 guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.
Adapun dalam penangkapan ini, tim berhasil menyita barang bukti berupa delapan papan berisikan 76 butir obat keras jenis Tramadol, 1 buah bekas paket jasa pengiriman SPX warna hitam, 1 buah tas ransel warna hitam merk Reebok, 1 buah tas samping warna hitam merk Voltker, 1 buah hanphone merk Tecno Spark Go One warna putih, serta uang tunai Rp150.000,-.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 435 Jo Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) dan Pasal 436 ayat (2) UU RI No 17 thn 2023 tentang Kesehatan.
Iptu Hempy pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyalahgunakan obat-obatan keras dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya peredaran obat ilegal di lingkungan sekitarnya.










