Tanggung Jawab Penyerangan di Paniai, OPM Akui Pasukan Elitenya Gugur

Endy Langobelen

Rabu, 22 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya saat menyerang dan membakar sejumlah bangunan di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Rabu (22/5/2024). (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya saat menyerang dan membakar sejumlah bangunan di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Rabu (22/5/2024). (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

PANIAI – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan dan pembakaran sejumlah bangunan di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Selasa (21/5/2024) dan Rabu (22/5/2024).

Klaim tersebut disampaikan Panglima TPNPB Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III Intan Jaya, Undius Kogoya, melalui laporan yang diteruskan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, pada Rabu malam.

Undius Kogoya menjelaskan penyerangan itu diawali dengan aksi penembakan kepada seorang pemilik kios di perbatasan Kota Enarotali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihaknya meyakini, pemilik kios yang diketahui bernama Arwin, adalah seorang anggota TNI yang menyamar sebagai pedagang.

Tidak hanya melepaskan tembakan, Undius menyebut pasukannya melakukan upaya pembakaran terhadap kios tersebut.

“Kemudian anggota teroris TNI-Polri masuk dan baku tembak berlangsung terjadi sekitar pukul 23.54 WIT,” ujar Undius.

Baca Juga :  8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua

Dalam kontak tembak itu, Undius melanjutkan, seorang anggota pasukan elite Kodap VIII Intan Jaya, atas nama Detius Kogoya alias Masyarakat Kogoya, gugur sekitar pukul 24.00 WIT.

“Jenazah anggota pasukan elite tersebut tidak bisa dievakuasi karena posisi jasadnya berada di tengah-tengah insiden baku tembak,” jelasnya.

Detius alias Masyarakat Kogoya merupakan anggota TPNPB-OPM aktif. Detius menurut Undius, telah bergabung dengan TPNPB sejak muda dan menyandang pangkat mayor.

Meski baru berusia 21 tahun, Detius telah diangkat menjadi anggota Pasukan Khusus Kodap VIII Intan Jaya.

Lebih lanjut, sekitar pukul 02.51 WIT, Undius bersama pasukannya kembali melanjutkan aksi pembakaran terhadap sejumlah kios serta sebuah pom bensin.

Gugurnya Detius Kogoya juga dibenarkan oleh pihak aparat melalui Ka Ops Damai Cartenz 2024, Kombes Pol Faizal Ramadhani.

Faizal mengatakan, ajudan Undius Kogoya itu ditemukan meninggal dunia saat aparat gabungan TNI-Polri melakukan penyisiran di lokasi kejadian penyerangan dan pembakaran sejumlah bangunan oleh kelompok kriminal bersenjata (sebutan lain TPNPB).

Baca Juga :  Kasus PPA Meningkat di Mimika, Orang Tua Diimbau Jaga Anak

“Kami merespon aksi KKB tersebut dengan melakukan pengejaran dan tembakan balasan ke arah KKB,” kata Faizal Ramadhani.

“Setelah dilakukan penyisiran, ditemukan satu jenazah anggota KKB atas nama Basoka Lawiya alias Masyarakat Kogoya yang peranya adalah ajudan pimpinan KKB Undius Kogoya,” katanya lagi.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, AKBP Bayu Suseno, dalam keterangannya juga mengatakan pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa sebuah magazine, satu unit teleskop, dan tiga buah handphone.

Ia menyebut, KKB Pimpinan Undius Kogoya merupakan KKB wilayah Intan Jaya yang beberapa waktu lalu hingga saat ini melakukan aksi gangguan keamanan di Kabupaten Paniai.

Dia menambahkan, saat ini, aparat gabungan TNI-Polri dan Satgas Ops Damai Cartenz terus berjaga-jaga untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat di Kabupaten Paniai.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga
Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas
Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita
Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong
Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika
Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?
LBH TPRA Laporkan Dugaan Mafia Tanah Keluarga Sumbari ke Polisi, Soroti Sikap BPN Mimika
Bupati Mimika Laporkan Media Papua News Online ke Polisi, Persoalkan Sejumlah Pemberitaan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:20 WIT

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 18:00 WIT

Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas

Rabu, 23 September 2026 - 19:55 WIT

Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita

Rabu, 23 September 2026 - 12:59 WIT

Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong

Rabu, 23 September 2026 - 00:17 WIT

Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika

Berita Terbaru

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Organisasi

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:43 WIT

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT