MIMIKA — Induk Organisasi Olahraga Komunitas Skateboard Indonesia (Inorga KIS) Kabupaten Mimika resmi mengusulkan sejumlah program strategis untuk pengembangan olahraga skateboard di Mimika pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Mimika, Sabtu (29/11/2025).
Seluruh program tersebut diterima secara sah oleh forum Rakerda yang digelar di Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Timika, Papua Tengah.
Rakerda yang dipimpin Ketua KORMI Mimika ini mengusung tema “Sinergi Membangun Olahraga Masyarakat untuk Mewujudkan Masyarakat yang Sehat dan Bugar Menuju Mimika Gerbang Emas.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut, KIS hadir di bawah Komisi Olahraga Petualangan dan Tantangan (OPT) serta memaparkan kebutuhan sekaligus rencana pengembangan olahraga skateboard pada tahun 2026.
Ketua Inorga KIS Mimika, Jamez Tambunan, menyampaikan bahwa Rakerda memberikan ruang positif bagi komunitas skateboard untuk memperkuat pembinaan, standar kompetisi, hingga pengadaan sarana latihan.
“Rapat Kerja Daerah hari ini bersama KORMI luar biasa sekali, di mana kami dari KIS di bawah Komisi OPT sangat merasakan bahwa program kami dapat diterima dengan baik oleh KORMI Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Program Prioritas: Dari Kompetensi Wasit hingga Skate Park
Dalam Rakerda, KIS mengajukan sejumlah program prioritas, antara lain peningkatan kompetensi wasit/juri, pengadaan alat pelindung diri, penyediaan skateboard set, pembangunan skate park atau obstacle, hingga penyelenggaraan kompetisi serta dukungan rutin untuk kegiatan car free day.
Menurut Jamez, peningkatan kompetensi juri menjadi sangat mendesak untuk menstandarkan penilaian sesuai acuan nasional.
“Misalnya kita bilang kompetensi wasit/juri itu sangat dibutuhkan sekali untuk menyetandarkan penilaian yang ada di Indonesia secara cakup nasional,” katanya.
Kebutuhan akan alat pelindung diri juga menjadi perhatian penting, terutama bagi atlet usia di bawah 15 tahun yang rentan cedera.
Sementara permintaan pengadaan skateboard set diajukan berdasarkan kondisi di lapangan. Banyak calon atlet muda yang harus menunda latihan karena keterbatasan biaya membeli skateboard.
“Banyak teman-teman yang basic keluarga kurang mampu dan anak-anak yang baru ingin main namun karena harga skateboard mahal, mereka tertunda untuk bergabung bersama teman-teman di KIS,” ujarnya.
KIS juga kembali mendorong pembangunan skate park permanen sebagai pusat pembinaan. Ia mengapresiasi respons positif KORMI yang membuka peluang pembangunan Extreme Park di kawasan pasar lama yang mana telah direncanakan oleh pemerintah bakal dijadikan taman kota atau ruang terbuka hijau.
Kompetisi Kian Terstruktur Menuju Forprov hingga Fornas
Terkait kompetisi, Jamez menjelaskan bahwa ke depan proses seleksi atlet akan berjalan lebih tertata dan berjenjang, mulai dari Formami/Forda, Forprov, hingga Fornas.
“Ya luar biasa juga tadi bahwa mulai terpantau, tertata dengan baik, di mana ke depannya yang bisa ikut Forprov dan menuju Fornas adalah perwakilan-perwakilan kabupaten yang telah diseleksi melalui Formami atau Forda,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penilaian hingga disiplin atlet menjadi faktor penting yang akan menjadi dasar rekomendasi menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Pesan untuk Anggota KIS: Era Baru Skateboard Mimika Dimulai
Jamez menutup wawancara dengan pesan bagi para anggota komunitas skateboard Mimika untuk terus menjaga semangat, terlebih karena pembinaan KIS kini akan berada dalam pemantauan langsung KORMI.
“Tidak seperti dulu, era sudah berubah, pola main sudah berubah. Dan saya bersyukur dengan adanya pemantauan yang ketat oleh KORMI, harusnya kualitasnya ke depan semakin jauh lebih baik lagi,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat yang ingin belajar skateboard untuk bergabung melalui Instagram KIS atau langsung datang ke lokasi latihan.
“Nanti kita bisa sosialisasikan bagaimana caranya bergabung, bagaimana mempersiapkan diri sampai kalian siap untuk mengikuti kompetisi-kompetisi kelas-kelas lokal dan nasional,” tambahnya.
Dengan diterimanya seluruh program kerja tersebut, olahraga skateboard di Mimika diproyeksikan memasuki tahap pembinaan yang lebih terarah, inklusif, dan siap mencetak atlet berprestasi dari daerah menuju panggung nasional.










