MIMIKA — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Independen Mahasiswa West Papua Komite Pimpinan Kota Timika (FIM-WP-KPK) menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Senin (10/11/2025).
Massa datang membawa spanduk, poster, serta karton bertuliskan berbagai pesan tuntutan.
Aksi yang dimulai sejak pagi itu dikawal aparat keamanan dan berlangsung di depan ruang paripurna DPRK Mimika.
Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, bersama sejumlah anggota dewan turun langsung menemui massa untuk menerima aspirasi mereka.
Pantauan di lokasi, peserta aksi meneriakkan berbagai seruan. Di antaranya, terlihat potongan karton dengan tulisan “Papua Bukan Tanah Kosong.”
“Papua bukan tanah kosong,” teriak sang orator di hadapan pimpinan dewan dan aparat keamanan.
Dalam aksi bertema “Papua Darurat Militerisme, Investasi dan Krisis Kemanusiaan di Seluruh Tanah Papua”, perwakilan FIM-WP-KPK menyerahkan dokumen berisi tujuh poin tuntutan kepada Ketua DPRK Mimika untuk ditindaklanjuti.
Adapun tujuh tuntutan tersebut, yaitu:
- Hentikan militerisasi di atas Tanah Papua
- Tolak PSN di Merauke menimbulkan ekosida dan genosida yang terstruktur
- Tolak eksploitasi Blok Wabu di Intan Jaya, migas di Agimuga I dan II, dan seluruh investasi di Tanah Papua
- Mendesak Komnas-HAM RI segera mengusut tuntas kasus penembakan 12 warga sipil Intan Jaya, Distrik Hitadipa, Kampung Soanggama
- Negara segera hentikan segala macam bentuk pembahasan pemekaran wilayah baru
- Tutup PT Freeport Indonesia
- Berikan hak penentuan nasib sendiri, bagi rakyat bangsa Papua
Aksi berlangsung damai hingga selesai. Setelah penyampaian aspirasi dan penyerahan tuntutan, massa bergerak meninggalkan lokasi dengan tertib.










