MIMIKA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika melaksanakan sosialisasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) rawan bencana di Distrik Iwaka, Mimika, Papua Tengah, Jumat (26/9/2025).
Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, dan diikuti oleh peserta perwakilan dari tujuh kampung di Distrik Iwaka.
Dalam amanatnya, Agustina mengatakan bahwa Distrik Iwaka menjadi salah satu kawasan di Mimika yang rawan terdampak banjir.
Saat curah hujan tinggi, hampir sebagian besar wilayah di Distrik Iwaka terendam banjir, salah satunya di Kampung Iwaka.
Tidak adanya jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut menyebabkan komunikasi secara terpadu untuk mendapatkan penanganan menjadi kendala tersebut.
Bencana ini kerap membawa kerugian baik berupa material maupun korban jiwa dan sudah terjadi puluhan tahun.
“Oleh karena itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi bencana alam, pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan dalam mengatasi bencana,” kata Agustina.
Lanjut dijelaskan, kegiatan ini juga bertujuan untuk yang pertama; meningkatkan keterampilan masyarakat, memberikan pengetahuan dan tata cara menghadapi dan menyelamatkan diri saat bencana.
Kedua, membentuk sikap dan perilaku sadar bencana agar masyarakat dapat bertindak cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat. Dan yang ketiga yaitu mengurangi resiko bencana serta menciptakan budaya sadar bencana.
Agustina menyebutkan bahwa letak geografis Negara Republik Indonesia berada di wilayah Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) sehingga cukup menjadi ancaman.
Di Papua sendiri, aktivitas lempeng Indo-Australia di bagian selatan lempeng Pasifik di bagian utara timur laut kerap menyebabkan pulau Papua secara umum akan selalu rentan mengalami pergeseran secara tektonik.
Kata Agustina, selain ancaman bencana alam dan juga bencana non-alam seperti wabah penyakit dan sejenisnya, ada juga bencana lainnya yang mengintai, seperti bencana sosial yang sering terjadi.
“Bencana non-alam dan sosial sosial merupakan ancaman nyata yang terjadi di depan mata kita semua. Oleh sebab itu, melalui kegiatan sosialisasi KIE saat ini sangatlah penting agar kita semua dapat melakukan tindakan mitigasi terhadap semua ancaman bencana yang akan terjadi,” terangnya.
Lanjut dikatakan, Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menghadapi banjir tidak dapat berjalan sendiri dan butuh kerja sama dengan semua pihak.
Agustina pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pemerintah dalam hal penanggulangan bencana.










