MIMIKA – Komitmen memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi tepat sasaran terus diperkuat. Pertamina Patra Niaga Regional II Papua Tengah bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU, Rabu (18/3/2026).
Sidak ini menjadi langkah konkret pengawasan guna memastikan BBM subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak, sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Tim gabungan menyasar empat SPBU utama di Mimika, yakni SPBU 01 Nawaripi, SPBU 02 SP 2, SPBU 03 Hasanuddin, dan SPBU 04 Kilo 8. Di lapangan, petugas melakukan pengecekan ketat dengan mencocokkan barcode subsidi dengan pelat nomor kendaraan secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sales Branch Manager (SBM) Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala, menegaskan bahwa pengawasan ini mengacu pada regulasi yang berlaku dan tidak dapat ditawar.
“Jika barcode berbeda dengan pelat kendaraan, BBM tidak boleh diisi. SPBU yang nekat melanggar akan kami berikan sanksi pembinaan berupa penutupan operasional selama 14 hari,” tegas Junaedi.
Ia juga menjelaskan perbedaan jenis BBM yang menjadi perhatian dalam pengawasan. Biosolar merupakan BBM subsidi yang telah ditetapkan dalam APBN, sedangkan Pertalite masuk dalam kategori kompensasi.
Meski demikian, pengawasan terhadap Pertalite tetap dilakukan secara optimal, terutama menjelang peningkatan kebutuhan saat periode Lebaran.
Untuk SPBU SP 2, konsumsi BBM tercatat sekitar 7.000 liter per hari dan hingga saat ini masih dalam kondisi aman.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menegaskan pentingnya sistem barcode sebagai instrumen pengendalian distribusi.
“Manfaat barcode ini adalah benteng kita. Jangan sampai ada oknum yang membeli berulang-ulang untuk dijual kembali di pinggir jalan dengan harga selangit. Itu sangat merugikan rakyat kecil,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur membeli BBM dari pengecer dengan harga tinggi, terutama menjelang hari raya.
“Kalau di luar dijual Rp12.000, lebih baik warga beli Pertamax sekalian. Kami ingin memastikan masyarakat Mimika bisa merayakan hari raya dengan tenang tanpa harus pusing memikirkan kelangkaan BBM,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, Disperindag telah menempatkan personel di sejumlah SPBU strategis untuk memperkuat pengawasan di lapangan.
Evaluasi berkala juga akan terus dilakukan guna menjaga distribusi BBM tetap lancar dan tepat sasaran di Kabupaten Mimika.
Langkah sinergis antara Pertamina dan Disperindag ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus memastikan ketersediaan energi tetap terjaga, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan.








