NONTHABURI – Talenta Papua kembali menunjukkan tajinya di panggung internasional. Andarias Kareth tampil gemilang dan menjadi sosok kunci di balik keberhasilan Timnas Futsal Indonesia melangkah ke final ASEAN Futsal Championship 2026.
Dalam laga semifinal melawan Vietnam di Nonthaburi, Thailand, Jumat (10/4/2026), Indonesia menang dramatis dengan skor 3-2. Kareth menjadi pembeda lewat dua gol cepat pada menit ke-9 dan ke-13 yang mengubah jalannya pertandingan.
Penampilan pemain asal Papua itu tidak hanya menonjol dari sisi produktivitas gol, tetapi juga dari cara ia membaca permainan. Dua golnya lahir dari skema serangan balik cepat yang dieksekusi dengan ketenangan tinggi di bawah tekanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kontribusi Kareth menjadi fondasi kemenangan Indonesia di tengah ketatnya pertandingan. Ia mampu memanfaatkan celah pertahanan lawan sekaligus menunjukkan insting tajam sebagai finisher di momen krusial.
Tak berhenti di situ, performanya sepanjang turnamen juga terbilang impresif. Hingga babak semifinal, Kareth telah mencetak empat gol dan masuk dalam persaingan papan atas top skor. Ia juga mencatatkan kontribusi bertahan dengan 10 tekel sukses, satu intersep, dan satu clearance—mencerminkan perannya sebagai pemain dua arah.
Atas penampilan luar biasanya di semifinal, Kareth dinobatkan sebagai pemain terbaik (Man of the Match). Penghargaan ini menegaskan bahwa ia bukan sekadar pencetak gol, tetapi motor permainan tim secara keseluruhan.
Di usia 21 tahun, Kareth sudah menunjukkan kematangan bermain di level internasional. Ia dipercaya sebagai starter dalam laga penting dan mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan performa yang konsisten.
Di level klub, Kareth memperkuat Fafage Banua di kompetisi Pro Futsal League. Kiprahnya semakin mempertegas Papua sebagai salah satu daerah penghasil talenta futsal terbaik di Indonesia.
Gaya bermain Kareth mencerminkan karakter khas pemain Papua: cepat, agresif, dan bermental kuat. Ia dikenal sebagai pemain dengan akselerasi tinggi dalam transisi, tekanan agresif saat kehilangan bola, serta efisiensi dalam penyelesaian akhir.
Kehadiran Kareth menjadi bukti bahwa Papua tidak pernah kehabisan talenta. Dari lapangan lokal hingga panggung Asia Tenggara, pemain muda ini kini menjelma sebagai simbol kebangkitan futsal Indonesia.
Jika mampu menjaga konsistensi, Andarias Kareth berpotensi menjadi tulang punggung timnas di masa depan—bahkan membuka peluang menembus level kompetisi yang lebih tinggi di kancah Asia maupun internasional.


























